Sabtu, 11 April 2026

Ini Alasan Kita Harus Periksa Gigi Tiap 6 Bulan Sekali

periksa gigi secara rutin setiap enam bulan sekali justru adalah langkah paling bijak untuk menjaga kesehatan mulut

SHUTTERSTOCK
ILUSTRASI pemeriksaan gigi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Banyak orang hanya pergi ke dokter gigi ketika sudah tidak tahan menahan rasa sakit. 

Padahal, periksa gigi secara rutin setiap enam bulan sekali justru adalah langkah paling bijak untuk menjaga kesehatan mulut dan mencegah gangguan yang lebih serius.

Hal itu ditegaskan oleh Dr. drg. Eddy Suharso, SH, M.Kes dari Yayasan Fakultas Kedokteran Universitas Medika Suherman yang mengingatkan pentingnya pola hidup preventif dalam menjaga kesehatan gigi, bukan sekadar menunggu sampai terasa sakit.

Menurut drg. Eddy, alasan utama mengapa disarankan memeriksakan gigi setiap 6 bulan sekali bukan karena gigi pasti akan berubah dalam kurun waktu tersebut. 

Melainkan, itu adalah rentang waktu ideal untuk memantau kondisi gigi agar tetap dalam keadaan sehat dan terawat.

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Tetap Sehat Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

“Bukan berarti setiap 6 bulan gigi kita berubah. Tapi jangka waktu itu ditetapkan agar kita tetap bisa mengontrol kondisi gigi dan mulut secara menyeluruh,” ujarnya di Studio Tribun Jabar, Selasa (1/7/2025).

Ia menyayangkan kebiasaan sebagian besar masyarakat yang baru datang ke dokter gigi setelah kondisi sudah parah. 

“Pasien datang ketika sudah tidak kuat menahan sakit, gusinya meradang, atau sudah mengonsumsi obat pereda nyeri yang tidak mempan. Jarang yang datang hanya untuk cek rutin atau membersihkan karang gigi,” ujar drg Eddy.

Padahal, lanjut dia, pembersihan karang gigi, deteksi dini lubang, atau perubahan kecil pada gusi bisa dilakukan saat periksa rutin sebelum semuanya berubah menjadi masalah besar.

Pemeriksaan gigi setiap enam bulan bukan hanya untuk menghindari rasa sakit, tetapi juga bagian dari menjaga kualitas hidup. 

Gigi yang sehat memengaruhi banyak aspek,  dari kemampuan mengunyah makanan dengan baik, berbicara, hingga rasa percaya diri.

“Bayangkan kalau gigi kita sakit atau rusak, makan tidak enak, tidur tidak nyenyak, dan aktivitas terganggu. Bahkan bisa berdampak ke organ lain seperti lambung karena proses pencernaan terganggu,” ujarnya.

Baca juga: Sakit Gigi Saat Berpuasa, Coba Atasi dengan Tiga Cara Ini, Tak Batalkan Puasa

Uniknya fenomena ketika gigi sakit yang sering terjadi di masyarakat adalah mendiagnosis sendiri masalah kesehatan gigi melalui internet. 

Ketika merasa nyeri atau menemukan benjolan, banyak orang langsung panik dan mengaitkannya dengan penyakit berat seperti kanker.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved