Retret Kepala Daerah
Ini Harapan Bupati Thaliabu Ikut Retret Kepala Daerah Gelombang II di IPDN Jatinangor Sumedang
Pita merah tersemat di lengan kiri baju seragam loreng Salshabilla Mus, Bupati Pulau Thaliabu di Provinsi Maluku Utara. Dia adalah satu dari puluhan p
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Januar Pribadi Hamel
Laporan Kontributor TribunJabar.id Kiki Andriana dari Sumedang
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pita merah tersemat di lengan kiri baju seragam loreng Salshabilla Mus, Bupati Pulau Thaliabu di Provinsi Maluku Utara. Dia adalah satu dari puluhan peserta Retret Kepala Daerah Gelombang II di IPDN, Sumedang.
Namun, pita itu bukan berarti dia sakit. Melainkan karena dia sedang hamil dan karenanya tidak boleh dibebani aktivitas fisik yang berat. Namun, meski hamil, Salshabilla Mus tampak sangat semangat.
Dijumpai di tengah-tengah waktu senggang pada retret, dia mengungkapkan harapannya ikut acara itu untuk dapat membangun daerahnya dari sisi infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM).
"Pulau Taliabu itu daerah 3 T dan terpencil, jauh dan tantangan infrastruktur. Kami ingin tahu bagaimana Blended Financial Structure, supaya kami bisa dapat materi strategi pendanaan untuk proyek-proyek, baik itu program daerah, provinsi, dan pusat," katanya di IPDN Kampus Jatinangor, Sumedang, Rabu (18/6/2025).
Dia menjelaskan, bahwa sesuai arahan Mendagri Tito Karnavian dalam acara retret, para kepala daerah harus bisa membedakan mana Program Nasional dan mana Proyek Nasional.
"Seperti kata Mendagri, kami harus bisa memisahkan program nasional atau proyek nasional,"
Baca juga: Jadwal Kegiatan Retret Kepala Daerah Gelombang II Hari Ketiga di IPDN Jatinangor Sumedang
"Program itu sifatnya wajib, proyek menjadi pilihan, maka kami untuk memastikan sekolah rakyat sebagai program nasional kami perlu, koperasi merah putih, kampung nelayan, sekolah garuda, kami perlu supaya lahir generasi emas, supaya bisa meningkat lagi mereka melanjutkan sekokah ke IPDN atau ke tingkat nasional (lainnya) dan internasional," katanya.
Soal retret di IPDN, dia mengaku senang. Soal kedisiplinan makan, bangun pagi, dan mengikuti kegiatan sejak pagi sekali, adalah hal yang biasa.
"Alhamdulillah bukan hal yang sulit, kami diperlakukan dengan baik, kami tidak terima treatment sepesial tertetu, tapi saya yakin bahwa makan cepat, bangun pagi, program dari jam 5.30, di daerah masing-masing juga kami mengikuti kegiatan yang padat," katanya. (*)
Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.
IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI
| Hanya Butuh 5 Hari, 86 Kepala Daerah Peserta Retret Gelombang II Resmi Jadi Alumni IPDN Jatinangor |
|
|---|
| Kepala Daerah Keliling IPDN Jatinangor Sumedang, Sebut Fasilitas Lama Belum Ada Peningkatan |
|
|---|
| Pesan Wamendagri Bima Arya Saat Tutup Retret Gelombang II di IPDN Jatinangor: Jangan Persulit Rakyat |
|
|---|
| Setelah Retret di IPDN Jatinangor, Wabup Berau Kepikiran Bikin Retret Camat hingga Kepala Desa |
|
|---|
| Usai Ikuti Retreat di IPDN, Cecep-Asep Akan Adopsi Program Barak Untuk Kades & Camat di Tasikmalaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Salshabilla-Mus-Bupati-Pulau-Thaliabu-di-Provinsi-Maluku-Utara-123321.jpg)