Longsor Tambang Pasir di Cirebon
Ini Penyebab Longsor di Tambang Pasir Argasunya Cirebon yang Akibatkan Dua Pekerja Meninggal Dunia
Kepolisian memastikan penyebab longsor yang mengakibatkan meninggalnya ua pekerja di lokasi tambang pasir kawasan galian C di Cirebon.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Januar Pribadi Hamel
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Kepolisian memastikan penyebab longsor yang mengakibatkan meninggalnya ua pekerja di lokasi tambang pasir kawasan galian C, Blok RT 2 RW 10, Kedung Jumbleng, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, disebabkan oleh metode penambangan yang salah dan kemiringan tebing yang membahayakan.
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar menjelaskan, berdasarkan hasil asesmen sementara di lapangan, ditemukan indikasi kuat bahwa longsor terjadi karena cara penambangan yang tidak sesuai.
“Penyebab dari longsor setelah dilakukan assessment sementara, kalau kita lihat ini cara penambangan ini kalau kita lihat dari bawah, metodenya salah,” ujar Eko kepada awak media, Rabu (18/6/2025).
Ia menegaskan, lokasi tambang tersebut tergolong ilegal dan aktivitas penambangan di sana telah lama dilarang.
“Berarti ini ilegal,” ucapnya.
Eko menambahkan, sebelum proses pencarian dilakukan, pihaknya bersama Basarnas dan BPBD sempat mengecek kondisi medan.
Ia menyebut, struktur tebing sangat curam dan bagian bawahnya berbentuk cekung.
Baca juga: Dua Korban Longsor Tambang Pasir di Harjamukti Cirebon Ditemukan, Satu Jenazah Sudah Tidak Utuh
“Kita juga tadi sebelum dilakukan pencarian terhadap korban bersama Basarnas dan BPBD, juga sudah lakukan assessment."
"Kita lihat tebing ini cukup miring, bagian bawah itu ada yang cekung,” jelas dia.
Sementara itu, proses pencarian dua korban yakni Dani Danara (29) dan Riyan Adriani Pamungkas (23) resmi dihentikan setelah keduanya ditemukan.
Salah satu korban ditemukan dalam kondisi tidak utuh.
“Untuk pencarian Alhamdulillah ya, kita tadi sudah memastikan dan sudah kita sampaikan juga ke keluarga korban bahwa pencarian dihentikan."
"Karena dua korban sudah kita temukan, walaupun satu korban ini dalam posisi tidak utuh, sedangkan satu korban lagi relatif utuh,” kata Eko.
Keputusan penghentian pencarian diambil setelah berkoordinasi dengan tim gabungan dan pihak keluarga.
| Tak Ada Kapoknya! Warga Kembali Menambang Ilegal di Area Bekas Longsor Argasunya Kota Cirebon |
|
|---|
| Tak Ada Kapoknya: Truk-Truk Masuk Galian C Lagi, Warga Argasunya Cirebon Nekat Bongkar Portal Paksa |
|
|---|
| Metode Penambangan Seperti di Gunung Kuda Akibatkan Longsor Galian C di Argasunya Cirebon |
|
|---|
| Dua Korban Longsor Tambang Pasir di Harjamukti Cirebon Ditemukan, Satu Jenazah Sudah Tidak Utuh |
|
|---|
| Longsor di Tambang Pasir Argasunya Cirebon, Diduga Dua Orang Tertimbun, Evakuasi Masih Berlangsung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Kapolres-Cirebon-Kota-AKBP-Eko-Iskandar-111111111.jpg)