Pergerakan Tanah di Purwakarta

Warga Terdampak Pergerakan Tanah di Pasirmunjul Purwakarta Tak Ingin Lama-lama di Pengungsian,

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak hingga balita turut mengungsi karena rumah mereka rusak parah atau bahkan rata dengan tanah. 

Penulis: Deanza Falevi | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Deanza Falevi
SUASANA PENGUNGSIAN - Suasana pengungsian bencana pergerakan tanah di Gor Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Selasa (17/6/2025) siang. 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Hampir sepekan berlalu sejak bencana pergerakan tanah melanda Kampung Cigintung dan Sukamulya, Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Hingga kini, Selasa (17/6/2025), puluhan warga terdampak masih bertahan di pengungsian yang disiapkan pemerintah di GOR desa setempat.

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak hingga balita turut mengungsi karena rumah mereka rusak parah atau bahkan rata dengan tanah. 

Baca juga: Jasa Marga Pastikan Keamanan Tol Cipularang Meski Terjadi Pergerakan Tanah di Purwakarta

Sebagian besar pengungsi hanya membawa pakaian ganti dan barang-barang yang berhasil diselamatkan. 

Dengan bantuan matras dan kasur dari pemerintah, mereka mencoba bertahan sambil menanti kepastian masa depan.

Salah satu pengungsi, Susilawati, mengaku baru dua malam tinggal di GOR setelah sebelumnya mengungsi di kantor desa.

"Sebelumnya kan di kantor desa empat hari, tapi karena makin banyak yang mengungsi, jadi dipindahkan ke GOR. Rumah saya udah rata sama tanah, enggak bisa ditinggali lagi," ujar Susilawati saat ditemui Tribunjabar.id, Selasa (17/6/2025).

"Kalau soal relokasi, saya dan keluarga siap. Yang penting aman, kita ikut pemerintah aja," tambahnya.

Suasana pengungsian terpantau tertib. Warga tetap menjalani aktivitas harian, bahkan beberapa kembali ke sawah untuk bekerja. Sementara itu, bantuan logistik dan layanan kesehatan disebutkan berjalan lancar.

Tini, pengungsi lainnya, menyebut rumahnya belum mengalami kerusakan parah, namun ia memilih mengungsi untuk menghindari risiko susulan.

"Sekarang ikut tinggal di posko, sebelumnya sempat di rumah saudara. Belum tahu sampai kapan di sini, nunggu arahan pemerintah. Kalau harus relokasi, insyaallah siap," katanya.

Baca juga: Pergerakan Tanah di Pasir Munjul Purwakarta Tak Mengarah ke Jalan Tol Cipularang

Hingga saat ini, tercatat ada 65 warga yang mengungsi di GOR Desa Pasir Munjul, terdiri dari 11 anak-anak, 9 balita, dan sisanya dewasa serta lansia. 

Pemerintah daerah menyatakan telah menyiapkan langkah relokasi ke tempat yang lebih aman jika kondisi tanah tidak memungkinkan untuk ditinggali kembali.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved