Pergerakan Tanah di Purwakarta

Pergerakan Tanah di Pasir Munjul Purwakarta Tak Mengarah ke Jalan Tol Cipularang

Sebanyak kurang lebih 80 rumah warga dan bangunan rusak dalam kurun waktu tiga hari 

Editor: Ravianto
deanza falevi/tribun jabar
PERGERAKAN TANAH - PVMBG saat melakukan penelitian struktur tanah di lokasi bencana pergerakan tanah Kampung Cigintung dan Sukamulya, Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Arah pergerakan tanah ternyata ke arah utara sehingga tidak mengarah ke Tol Cipularang. 

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Pergerakan tanah yang terjadi di Kampung Cigintung, Desa Pasir Munjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, diperkirakan akibat kemiringan lereng yang agak curam hingga curam di sekitar lokasi gerakan tanah hingga mengakibatkan tanah mudah bergerak. 

Pergerakan tanah tersebut kini terus meluas dan mengancam ruas jalan Tol Cipularang.  

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Barat Teten Ali Mulku Engkun menyebut tanah di lokasi tersebut terus bergerak tiap jam dan membelah sekitar 20 sentimeter.

Akibatnya sebanyak kurang lebih 80 rumah warga dan bangunan rusak dalam kurun waktu tiga hari 

Menurut Teten, pergerakan tanah ini terjadi sejak Rabu (11/6/2025) dan tidak hanya merusak bangunan bahkan juga merusak akses jalan menuju lokasi.

Sebanyak 81 KK dan 249 jiwa diungsikan sementara ke tempat yang lebih aman. 

"Dari hasil koordinasi bersama Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi bahwa lokasi pergerakan tanah ini kemungkinan tidak aman lagi untuk dihuni masyarakat," ujar Teten dalam pernyataannya, Selasa(17/6/2025).

Sementara itu Marketing and Communication Department Head PT Jasa Marga Metropolitan Tollroad, Panji Satriya menyebut bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan pergerakan tanah apabila kemudian mengancam keberadaan ruas jalan Tol Cipularang.

"JMT melalui Representative Office 3 terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat dan Dinas Pekerjaan Umum untuk bersama melakukan monitoring jika terjadi pergeseran tanah susulan dan potensi berdampak ke Jalan Tol Cipularang," kata Panji dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tribun.

Panji juga menyebut bahwa pihaknya sudah melakukan pemantauan udara di lokasi pergerakan tanah.

Sementara hasilnya adalah lokasi pergerakan tanah terdekat jaraknya satu kilometer dari Tol Cipularang dan arah pergerakan tanahnya ke utara.

Artinya bencana pergerakan tanah tersebut tidak bersinggungan langsung dengan jalan tol Cipularang.

Akan tetap lanjut Panji pihaknya tetap akan terus melakukan kajian bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi beserta BNPB mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di Tol Cipularang.

"Jasa Marga menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna jalan selama melintasi Tol Cipularang dan akan melakukan upaya-upaya antisipasi untuk mencegah dampak kerusakan ke tol," kata Panji 

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved