Jembatan Apung Cijeruk Patah, Kades Sudah Ajukan Pembangunan Jembatan sejak 2020, Ini Kendalanya

Sebelumnya, jembatan apung itu patah di bagian tengahnya, setelah dihantam derasnya arus sungai Citarum.

Penulis: Adi Ramadhan Pratama | Editor: Ravianto
Dok. Warga
JEMBATAN RUSAK - Kondisi Jembatan Gantung Cijeruk yang menghubungkan Baleendah-Bojongsoang di Kabupaten Bandung setelah tersapu air, Jumat (23/5/2025) malam. 

Warga yang juga sebagai saksi mata peristiwa tersebut, Deden Hermawan (58), mengatakan, peristiwa itu terjadi pada sekitar pukul 19.25 WIB.

Hal itu diduga akibat beban berlebih.

"Awalnya memang tidak ada terkoordinasi dari masuk jembatan. Mungkin terlalu banyak kendaraan yang masuk, lalu air besar, kapasitas terlalu besar, berat," ujar Deden saat ditemui di lokasi, Jumat.

Deden menjelaskan, sebenarnya arus lalu lintas di jembatan tersebut memang dibuat satu arah dan dilakukan secara bergantian.

Meski tidak ambruk sepenuhnya, kayu penyangga jembatan itu terlihat patah.

Saat kejadian patahnya jembatan, Deden menceritakan, situasi memang mencekam.

Banyak pengendara yang panik dan berlarian saat jembatan mulai tampak miring sebelum akhirnya patah di bagian tengah. 

"Pada lari, disuruh balik lagi. Sesudah kejadian keliatan miring. Memang enggak langsung patah, yang terjebak, kerendam ada sembilan motor, tapi semua berhasil diselamatkan," katanya.

Di sisi lain, Deden menuturkan, jembatan tersebut memang kerap digunakan warga dan para pengendara sebagai jalur alternatif, terlebih ketika jalan utama Bojongsoang macet dan terendam banjir.

"Mungkin akses jalan hanya dilalui ke sini, sama ke jembatan," ucapnya.(*)

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama 

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved