Singgung Politik, Dedi Mulyadi Curigai Ada yang Framing Dirinya Buruk Pakai Media hingga Buzzer
Sejak menjabat jadi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kerap mendapatkan kritikan, singgung politik dan curigai ada kekuatan framing dirinya buruk
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
TRIBUNJABAR.ID - Sejak menduduki jabatan sebagai Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kerap mendapatkan berbagai kritikan.
Meski sering dielu-elukan masyarakat Jawa Barat, di sisi lain Dedi Mulyadi juga kerap dikritik dari berbagai pihak.
Saking seringnya mendapatkan berbagai kritikan, kini tampaknya membuat Gubernur Jawa Barat gerah.
Baru-baru ini, Dedi Mulyadi mengungkap kecurigaan dirinya terhadap berbagai kritikan yang datang kepadanya karena suasana politik.
Ia menduga kritikan tersebut datang bukan semata membangun melainkan mejatuhkannya.
Baca juga: Respons Dedi Mulyadi Dapat Aduan dari Rafathar Sentil Nagita Slavina, Beri Ancaman dan Tugas Khusus
Pria yang juga akrab disapa KDM itu mencurigai kritikan tersebut datang karena adanya sebuah 'kekuatan' yang ingin menjatuhkan citranya sebagai Gubernur Jawa Barat.
Hal ini diungkapkan Dedi Mulyadi dalam tayangan video yang dibagikan di Instagramnya pada Sabtu (17/5/2025).
Mulanya, Dedi Mulyadi menyinggung bahwa kini kehidupan sosial menarik karena juga adanya suasana politik yang menyertainya.
"Ada yang menarik dalam suasana kehidupan sosial dan politik saat ini, yaitu saya dalam setiap waktu, ada kekuatan yang terus memframing saya, bahwa saya melakukan pencitraan," ungkap Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi curiga bahwa kebijakannya selama ini di-framing hanya melakukan pencitraan.
Bahkan kata Dedi, ia menduga bahwa framing itu dilakukan oleh media hingga buzzer.
Ia juga mencurigai adanya pihak-pihak yang ingin menjatuhkan dirinya dengan membayar media dan buzzer tersebut.
"Pertanyaannya adalah buzzer dan media mem-framing saya itu dibayar sama siapa coba? Bayarnya pakai uang pribadi atau uang negara?" ujarnya dikutip dari Instagram-nya pada Senin (19/5/2025).
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa selama ini dirinya tidak menggunakan uang negara untuk kegiatan sosial dan kehidupannya yang selalu diunggah di media sosial.
Dedi Mulyadi mengaku menggunakan media sosial dengan uang pribadinya tanpa menggunakan uang negara.
| Pesan Bijak Dedi Mulyadi untuk Ajang Syarif yang Ngaku Jadi Dirinya, Khawatirkan Penipuan |
|
|---|
| Dedi Mulyadi vs Disparbud soal Pungli di Garut: Disentil KDM, Disparbud Sebut Tarif Peak Season |
|
|---|
| Pengaruh Medsos Besar pada Psikologi Remaja, Pembatasan Usia Dinilai Perlu untuk Lindungi Mental |
|
|---|
| Pro Kontra Pembatasan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Orang Tua Dituntut Beradaptasi |
|
|---|
| Pembatasan Medsos Anak Mulai Berlaku, Pemprov Jabar Gencarkan Sosialisasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Sekolah-TK-di-Bekasi-langgar-aturan-Dedi-Mulyadi-soal-study-tour-dan-wisuda.jpg)