Museum Terbuka Domba Garut, Membangun Peternakan Dengan Pendekatan Budaya di Jabar
Membangun peternakan di Garut atau daerah lain di Jawa Barat, bisa dilakukan dengan pendekatan budaya. Misalnya dengan, Museum Terbuka Domba Garut.
Penulis: Kisdiantoro | Editor: Kisdiantoro
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Membangun peternakan di Garut atau daerah lain di Jawa Barat, bisa dilakukan dengan pendekatan budaya.
Misalnya dengan membangun Museum Terbuka Domba Garut (MTDG).
Masyarakat peternak bekerjasama dengan pemerintah menjadikan Kabupaten Garut sebagai Kawasan terpadu pusat budaya, penelitian, pendidikan, miniatur ekspresi budaya agribisnis, industri pascapanen, dan tujuan wisata domba garut.
"Sebagai museum, MTDG akan menjadi kawasan wisata pendidikan, tempat penelitian mahasiswa. Diharapakan juga akan meningkatkan pendapatan asli daerah, juga peternak," jelas Dr Ir Rochadi Tawaf MS, Pemerhati Peternakan, di acara Pelantikan dan Raker (Rapat Kerja) Pengurus IKA Fapet UNPAD (Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran) serta Seminar dengan topik ”Percepatan Pembangunan Peternakan di Jawa Barat” Sabtu (3/5/2025), bertempat di Kampus Fapet UNPAD Jatinangor, Sumedang Jawa Barat.
Kata dia, pembangunan peternakan dengan pendekatan budaya ini akan membantu masyarakat dan peternak, tentang sejarah, budaya, zooteknis dan agribisnis domba garut.
Hasil penelitian domba Garut, untuk tujuan pelestarian plasma nutfah, persilangan domba, maupun manajemen produksi, juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
"Kawasan terpadu ini, juga punya tujuan mulia, melestarikan plasma nutfah. Menjaga keunikan, keunggulan genetic domba Garut, dan memperkuat posisi domba Garut sebagai asset plasma nutfah Indonesia," ujarnya.
Pengetahuan peternak yang baik juga akan berdampak pada meningkatkan produktivitas domba Garut, baik dari segi jumlah maupun kualitas. Dengan demikian, pendapatan peternak mengalami peningkatan dari hasil penjualan domba.
Hal lain yang dapat dikembangkan dari pendekatan membangun MTDG ini selain sebagai pusat penelitian, budaya, dan edukasi adalah, bisa dikembangkannya kawasan bisnis kuliner dari produksi ternak domba. Misalnya rumah makan domba guling dan sate.
Pusat oleh-oleh yang dihasilkan dari domba Garut juga bisa dikembangkan lebih luas. Mulai dari jaket kulut, sepatu, tas, dan lainnya.
Rochadi Tawaf menyimpulkan bahwa implikasi Kawasan MTDG sebagi pusat penelitian adalah perbaikan genetik, peningkatan produktivitas domba Garut melalui persilangan, memberi dampak positif pada ekonomi peternak, dan kontrol terhadap kualitas persilangan domba Garut-Domba Dorper. (*)
| Pulang Kandang 2025, Alumni Lintas Generasi Fapet Unpad Telusuri Jejak di Jatinangor |
|
|---|
| Setelah 14 Tahun Mati Suri, Lapangan Babakan Siliwangi Bandung Kembali Diramaikan Kontes Domba Garut |
|
|---|
| Penampakan Senopati, Domba Garut Milik Warga KBB Jadi Raja Pejantan Dalam Kontes Ternak di Lembang |
|
|---|
| Kembangkan Sumber Daya Genetik, DKPP Jabar Gelar Kontes Domba Garut, Sapi Pasundan, dan Ayam Sentul |
|
|---|
| VIRAL Kambing Unik di Bogor, Bertanduk Lima, Geleng Kepala saat Diberi Makan, Silangan Domba Garut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Seminar-peternakan-di-Jawa-Barat.jpg)