Cuaca Panas, Jamaah Haji Rentan Terserang Heatstroke, Ini 5 Gejala yang Perlu Diwaspadai
Salah satu hal yang perlu diwaspadai oleh jemaah saat menjalankan ibadah Haji adalah cuaca panas tanah Arab.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pada musim haji tahun ini, cuaca di Arab Saudi terutama Makah akan lebih panas. Untuk itu para jamaan diimbau untuk tetap menjaga kesehatan tubuh dan mempersiapkan diri agar terhindar dari serangan heatstroke.
Heat stroke atau sengatan panas merupakan sebuah kondisi yang terjadi ketika suhu tubuh seseorang mengalami peningkatan secara drastis hingga 41oC dalam kurun waktu cepat, 10-15 menit dan tubuh sudah tidak bisa mengontrol suhu tubuh.
Biasanya, heat stroke terjadi ketika seorang individu terkena paparan suhu panas di luar batas yang bisa ditoleransi oleh tubuhnya.
Salah satu contoh dari paparan suhu penyebab heat stroke adalah kondisi cuaca panas ekstrim.
Baca juga: Cuaca Panas Terik, Begini Cara Rawat Kulit Supaya Tetap Sehat
Adapun kondisi heat stroke dapat menyerang siapapun, namun bayi dan lansia memiliki risiko lebih tinggi.
Jamaah haji asal Indonesia juga banyak dari kalangan lansia, untuk itu perhatikan tanda dan gejala heatstroke dikutip dari kontan, berikut ini.
Salah satu hal yang perlu diwaspadai oleh jemaah saat menjalankan ibadah Haji adalah cuaca panas tanah Arab.
Perbedaan suhu Indonesia dengan Arab yang cukup signifikan membuat banyak jemaah kaget dan sulit beradaptasi.
Tidak jarang jemaah terserang heatstroke akibat cuaca panas di Arab yang melebihi cuaca rata-rata Indonesia.
Melansir dari situs Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), heatstroke atau serangan panas merupakan sebuah kondisi dimana tubuh tidak mampu mengontrol kenaikan suhu yang disebabkan oleh cuaca yang panas.
Tanda dan gejala dari heatstroke yakni:
Kenaikan suhu secara mendadak lebih dari 39,5 derajat Celcius
Tubuh tidak mampu mengeluarkan keringat
Kulit memerah, panas, dan kering
Muncul gejala sakit kepala atau pusing
Mual dan muntah
nadi menjadi lebih cepat dan kuat
Pernapasan menjadi lebih cepat dan pendek
Penurunan kesadaran
Baca juga: Cuaca Panas Bikin Bibir Kering, Pilih Lipstik Matte dengan 3 Kandungan Ini untuk Melembabkan
Ira Purnamasari Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UM Surabaya menyebut, salah satu penyebab heatstroke pada jamaah haji adalah suhu yang panas dan paparan sinar matahari yang terik.
Penyebab lain dari kondisi ini adalah aktivitas yang berat, sedangkan tubuh dalam kondisi kekurangan cairan atau dehidrasi, disertai adanya kondisi medis tertentu seperti penyakit jantung, obesitas, atau tubuh sudah dalam kondisi sakit atau demam.
“Suhu tubuh harus segera diturunkan, karena jika tidak maka akan dapat memicu kerusakan organ vital yang berujung pada kejang dan kematian,”ujar Ira, dikutip dari situs UM Surabaya.
Cara-cara mengatasi dan mencegah heatstroke pada jamaah Haji 2025
Ira menjelasakn, penanganan yang dapat dilakukan jika seseorang mengalami heatstroke atau menemui seseorang dengan serangan hatstroke adalah:
1. Segera bawa penderita ke tempat yang teduh, tempat yang dingin, atau tempatkan pada ruangan ber AC.
2. Kendurkan semua pakaian agar penderita dapat bernapas dan memperoleh oksigen secara maksimal.
3. Kompres dengan air dingin
“Ketiga kompres menggunakan handuk atau kain yang telah dibasahi pada bagian kepala, leher, ketika, dan selangkangan, atau bisa juga membasahi badan penderita dengan air dingin,”imbuh Ira lagi.
Jika seseorang masih dalam kondisi sadar, segera berikan air minum untuk menghidrasi tubuh dan terakhir segera mencari pertolongan medis.
Baca juga: Tak Cukup Gunakan Pelembab, Ini Cara Jaga Kulit Agar Tetap Terhidrasi dan Lembab saat Cuaca Panas
Ira juga membagikan tindakan-tindakan yang dapat dilakukan agar seseorang tidak mengalami serangan heatstroke saat ibadah haji, diantaranya:
1. Mencukupi kebutuhan cairan tubuh, minum 1 gelas air (300cc) atau lebih setiap jam, jangan menunggu haus untuk minum.
2. Menghindari terkena sinar matahari langsung, gunakan payung atau penutup kepala untuk melindungi tubuh dari terik matahari, dan segera semprotkan air/ basahi tubuh yang terkena sinar matahari langsung.
3. Istirahat yang cukup, tidak memforsir tenaga pada aktivitas yang tidak berhubungan dengan ibadah.
4. Mengonsumsi makanan dan minuman yang bergizi, hindari minuman manis karena menyebabkan dahaga berlebih dan sebabkan dehidrasi.
5. Pemeriksaan kesehatan
“Terakhir, lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin jika memiliki riwayat penyakit tertentu,”pungkas Ira.
| Tribun Jabar Bersilaturahmi ke Diskominfo Indramayu, Sepakat Lanjutkan Kolaborasi |
|
|---|
| Kopjas BLM Kolaborasi dengan BPR Indramayu Jabar Salurkan Kredit bagi Pensiunan ASN dan TNI/Polri |
|
|---|
| bank bjb Dukung Pertumbuhan Pedagang Lewat Program bjb Sambang Pasar |
|
|---|
| Pertamina Patra Niaga Regional JBB Beri Bantuan Warga Terdampak Bencana Longsor di Desa Pasirlangu |
|
|---|
| Pertamina Patra Niaga Regional JBB Perkuat Mitigasi Bencana lewat Penanaman 1.300 Pohon Saninten |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ribuan-tenda-menampung-umat-islam-1_20150924_233401.jpg)