PKL di Bantaran Sungai Sukalila Cirebon Siap Direlokasi, Tapi Berikan Syarat Ini ke Pemerintah
Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bantaran Sungai Sukalila mengajukan syarat untuk direlokasi.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bantaran Sungai Sukalila mengajukan syarat untuk direlokasi. Mereka pun mengaku sudah tahu dengan rencana Pemerintah Kota Cirebon.
"Ya soal rencana relokasi yang dilakukan Pemkot Cirebon, informasi sudah ada, lihat di koran juga sudah ada. Cuma belum nyampe ke para pedagang. Jadi, kami sebagai pedagang juga masih bingung sebenarnya, soalnya belum ada kepastian," ujar Toso (65), seorang pedagang yang sudah 22 tahun berjualan di bantaran Sungai Sukalila, Sabtu (10/5/2025).
Meskipun begitu, Toso mengungkapkan, dia dan pedagang lainnya tidak menolak untuk direlokasi, asalkan ada sosialisasi yang jelas dari pemerintah mengenai lokasi dan detail relokasi tersebut.
"Kalau ditanya setuju atau enggak, ya kami setuju banget karena ini tanah pemerintah. Tapi yang mau disampaikan dari kami para pedagang, kalau petugas datang ke sini (bongkar) harus sosialisasi terlebih dahulu," ucapnya.
Baca juga: Sutrisno Siap Dialog Terbuka soal Provinsi Cirebon Raya, Tegaskan Tak Ada Kepentingan Pribadi
Toso menambahkan, pemerintah belum memberikan penjelasan langsung kepada mereka mengenai ke mana mereka akan dipindahkan.
"Kami dengar kabar bakal dipindahkan ke pasar balong dan GTC, ya kami juga sudah mendengar, tapi belum ada satu orang pun yang datang ke sini untuk menyampaikan hal itu," jelas dia.
Menurutnya, jika pemerintah memutuskan untuk memindahkan para pedagang ke dua lokasi tersebut, mereka akan menerima dengan lapang dada.
"Alasannya, karena gagasan pemerintah itu tujuannya kan mungkin baik untuk masyarakat, khususnya terkait permasalahan sungai," katanya.
Toso juga mengungkapkan bahwa selama 22 tahun berjualan di bantaran Sungai Sukalila, dia tidak pernah mengalami banjir atau air sungai meluap, meskipun sungai tersebut berada di kawasan yang sama.
Baca juga: Jelang Pelantikan Presiden, Pedagang Pigura di Sukalila Cirebon Banjir Pesanan dengan Foto Prabowo
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, mengungkapkan, penertiban PKL di bantaran Sungai Sukalila merupakan bagian dari program normalisasi yang sedang dijalankan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
"Kalau soal di Sungai Sukalila banyak PKL, ya itu memang harus dibersihkan, karena itu kan sepadan Sungai Sukalila itu (kewenangan) BBWS yang punya kuasa," ucap Edo.
Edo menambahkan, bahwa Pemkot Cirebon telah menyiapkan tempat untuk relokasi bagi PKL, termasuk di area shelter Gunungsari dan Pasar Balong.
"Kalau eksekusi PKL kita bakal sosialisasi dulu, waktunya ya secepat mungkin," jelas dia.
Setelah relokasi dilakukan, kawasan bantaran Sungai Sukalila akan diubah menjadi taman lansia yang rencananya akan selesai pada akhir tahun ini. (*)
Gedung DPRD Kabupaten Cirebon Dibakar Massa, Bagian Dalam Gedung Porak Poranda |
![]() |
---|
BREAKING NEWS: Demo di Kantor DPRD Kabupaten Cirebon Ricuh, Massa Rusak Gedung dan Pos |
![]() |
---|
Demo di Depan Polresta Cirebon, Asap Membubung Tinggi: Polresta Harus Dengar Jeritan Kami |
![]() |
---|
Tradisi Siraman Panjang di Cirebon, Piring Sunan Gunung Jati Hingga Guci Dicuci dengan Salawat |
![]() |
---|
Polres Cirebon Kota Ikut Berduka, Gelar Salat Gaib untuk Affan Driver Ojol Tewas Dilindas Brimob |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.