Tren Sarapan Ala Kapau di Soreang Bandung, Mencicipi Warisan Ranah Minang

Penyajian dilakukan menggunakan centong panjang, persis seperti yang biasa ditemui di kampung asalnya.

tribunjabar.id / Putri Puspita Nilawati
Hidangan di Bajamba Kapau, rumah makan Padang yang membuka cabangnya di Soreang, Kabupaten Bandung, 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Di tengah tren sarapan bergaya Kopitiam yang tengah viral dan menjamur di berbagai kota besar, sebuah alternatif menarik justru hadir dari ranah Minangkabau. 

Bajamba Kapau, rumah makan Padang yang membuka cabangnya di Soreang, Kabupaten Bandung, menghadirkan pengalaman sarapan yang berbeda, lebih tradisional, lebih kaya rasa, dan lebih otentik.

Hadirnya konsep sarapan ini menjadi angin segar di tengah maraknya pilihan sarapan modern. 

Dengan nuansa kayu dan sentuhan tradisional, kursi-kursi berjajar rapi di halaman parkir Bajamba Kapau. Pagi itu, hawa dingin khas Bandung terasa hangat oleh sinar matahari yang muncul, menemani para pengunjung yang menikmati sarapan di tempat terbuka.

Mengusung konsep prasmanan khas Kapau, sebuah daerah di Bukittinggi yang dikenal sebagai “kampung tukang masak”, Bajamba Kapau menyajikan aneka menu sarapan yang tak hanya mengenyangkan, tapi juga kaya akan nilai budaya. 

Penyajian dilakukan menggunakan centong panjang, persis seperti yang biasa ditemui di kampung asalnya.

“Antusiasmenya tinggi sekali, padahal baru dua hari buka. Ini tak lepas dari peran tim media sosial kami yang aktif mempromosikan sejak sebelum launching,” ujar Teddy, General Manager Bajamba Kapau saat ditemui di Jalan Raya Gading Tutuka, Parung Serab, Jumat (9/5/2025).

Teddy menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang belum bisa membedakan antara masakan Padang dan Kapau. Padahal, Kapau memiliki identitas kuliner yang khas dan berbeda. 

“Kapau itu nama daerah di Bukittinggi. Ciri khasnya adalah penyajian prasmanan dengan centong panjang. Mayoritas masyarakat Kapau memang dikenal sebagai ahli masak. Mereka punya kebanggaan tersendiri dalam membawa cita rasa Kapau ke luar daerah,” ujarnya.

Teddy menjelaskan, secara rasa, masakan Kapau cenderung asin dan pedas, dengan penggunaan kondimen yang tidak berlebihan. 

“Misalnya nasi goreng Kapau itu lebih ‘clean’, tapi rasa asinnya kuat dan khas. Beda dengan nasi goreng Sunda yang lebih gurih dan penuh topping,” tambah Teddy.

Teddy menyebuytkan konsep sarapan khas Kapau ini sendiri lahir dari hasil observasi terhadap kebiasaan masyarakat Soreang di pagi hari. 

"Kami lihat banyak PNS dan pekerja swasta yang pagi-pagi mampir ke warung, beli gorengan atau mie rebus. Maka kami hadirkan alternatif khas Sumatera Barat yang kaya rasa,” katanya.

Menu sarapan yang ditawarkan cukup beragam. Pengunjung bisa mencicipi bubur kampiun, nasi goreng dan mie goreng khas Kapau, sate Padang, martabak Kapau, hingga roti cane. T

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved