Sabtu, 25 April 2026

Joko Widodo Dijadwalkan Menyerahkan Ijazah Asli ke Bareskrim Hari Ini

Presiden ke-7 RI , Joko Widodo (Jokowi), dijadwalkan menyerahkan ijazah UGM kepada Bareskrim Polresi pada hari ini, Jumat (9/5/2025).

Editor: Giri
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
BERI KETERANGAN - Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi), saat memberikan keterangan kepada wartawan setelah melaporkan soal tudingan ijazah palsu ke Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (30/4/2025). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Presiden ke-7 RI , Joko Widodo (Jokowi), dijadwalkan menyerahkan ijazah UGM kepada Bareskrim Polresi pada hari ini, Jumat (9/5/2025).

Hal itu dilakukan berbarengan dengan pemanggilan perwakilan keluarga oleh Barsekrim terkait aduan dugaan ijazah palsu dari Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA).

Yakup Hasibuan kuasa hukum Jokowi membenarkan hal itu.

Nantinya, pihaknya akan menyerahkan dokumen yang diminta Bareskrim Polri.

"Betul kami memenuhi permintaan Bareskrim untuk membawa dokumen ya," kata Yakup saat dihubungi, Jumat (9/5/2025).

Terpisah, tim kuasa hukum lainnya, Rivai Kusumanegara mengatakan dokumen yang dibawa adalah ijazah asli mantan Wali Kota Solo tersebut.

"Kami yang akan menyerahkan Ijazah asli Pak Jokowi sesuai permintaan Bareskrim. Keluarga dan ajudannya yang membawa dari Solo ke Jakarta," ucap dia.

Baca juga: Menguak Misteri Ijazah Jokowi, Penyidik Bareskrim Polri Periksa Empat Alumni SMA Negeri 6 Surakarta

Bareskrim Polri mulai menyelidiki aduan TPUA soal tudingan ijazah palsu Jokowi.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro, mengatakan, pihaknya sudah memeriksa puluhan saksi dalam rangka penyelidikan. 

"Telah melakukan interview terhasap saksi sejumlah 26 orang," kata Djuhandani, Rabu (7/5/2025).

Djuhandani mengatakan puluhan saksi yang diperiksa itu berasal dari sejumlah elemen untuk menindaklanjuti aduan soal dugaan cacat hukum ijazah S1 Jokowi.

Adapun saksi yang diperiksa yakni pengadu sebanyak 4 orang, staf Universitas Gajah Mada (UGM) sebanyak 3 orang, alumni Fakultas Kehutanan UGM sebanyak 8 orang, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebanyak satu orang.

Lalu, pihak percetakan perdana sebanyak satu orang, staf SMA Negeri 6 Surakarta sebanyak 3 orang, alumni SMA Negeri 6 Surakarta sebanyak 4 orang.

"(Kemudian) Ditjen Pauddikdasmen Kementerian Diknas RI sebanyak satu orang, Ditjen Dikti sebanyak satu orang, KPU Pusat sebanyak satu orang dan KPU DKI Jakarta sebanyak satu orang," ungkapnya.

Baca juga: Skripsi Jokowi yang Dipersoalkan Ternyata Salinan Disebut Disimpan, Roy Suryo Terlanjur Percaya Diri

Selain itu, penyidik juga sudah memeriksa sejumlah dokumen mulai dari awal masuk menjadi mahasiswa Fakultas Kehutanan sampai lulus skripsi dan beberapa dokumen lain.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved