Kamis, 9 April 2026

Lima Musisi Satu Panggung dalam Tur SAMA SAMA di Bandung

ma musisi lintas generasi, lintas gaya, dan lintas suasana hati bersatu dalam satu panggung dalam gelaran Tur SAMA SAMA

Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
nappisah/tribunjabar
TUR SAMA SAMA - Penampilan Dere, Idgitaf, Kunto Aji, Sal Priadi, dan Tulus di Eldorado Dome, Minggu (4/5/2025) malam. Lima musisi lintas generasi, lintas gaya, dan lintas suasana hati ini bersatu dalam satu panggung dalam gelaran Tur SAMA SAMA. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ribuan orang memadati Eldorado Dome pada 4 Mei 2025 untuk menyaksikan lima musisi lintas generasi, lintas gaya, dan lintas suasana hati; Dere, Idgitaf, Kunto Aji, Sal Priadi, dan Tulus bersatu dalam satu panggung dalam gelaran Tur SAMA SAMA.

Diselenggarakan oleh PT Expo Indonesia Jaya (ExpoIndo) bersama Tiga Dua Satu, Tur SAMA SAMA adalah manifesto artistik tentang kolaborasi, keberagaman, dan keberanian untuk melebur ego dalam satu harmoni. 

Lampu perlahan padam. Denting nada pertama lagu “Indonesia Raya” menggema dari panggung, menandai pembuka yang agung sekaligus mengingatkan bahwa ini adalah perayaan musik dan tanah air. 

Tak lama, atmosfer berubah total. Madley lagu-lagu hits mereka campuran dari penggalan lagu "Kota", "Saudade", "Satu-satu". 

Baca juga: Charlie Setia Band Protes Tak Boleh Live Music Saat Ramadan di Kota Cirebon, "Musik Itu Hidup"

Dere menjadi musisi pertama yang tampil solo.

Membawakan lagu-lagu dengan nuansa lembut dan puitis, termasuk single terbarunya “Puspa” dari album Berbunga, Dere mengajak penonton untuk masuk ke ruang-ruang keheningan yang tenang dan penuh makna. 

Namun suasana langsung berubah dinamis saat Idgitaf naik panggung membawakan lagu "Sath-satu". 

Tak hanya lagu-lagu masing-masing, mereka juga bertukar karya.

Tulus menyanyikan “Gala Bunga Matahari” milik Sal Priadi dengan gaya khasnya yang teduh. 

Sementara Sal, Idgitaf, Dere dan Kunto Aji bertiga menyanyikan lagu “Interaksi” milik Tulus

Lagu-lagu favorit dari masing-masing musisi juga hadir, tak hanya sebagai pengingat akan popularitas mereka, tetapi juga sebagai simbol suara generasi yang berbeda. 

Idgitaf dengan “Takut” dan “Satu-satu”, Sal Priadi dengan “Mesra-mesranya Kecil-kecilan Dulu” hingga “Kita Usahakan Rumah Itu”, Kunto Aji dengan “Konon Katanya” berduet bersama Sal dan tentu saja “Pilu Membiru” yang membuat sebagian penonton meneteskan air mata.

Tulus, menurunkan malam dengan lagu “Jatuh Suka”, “17”, “Monokrom”, dan “Kelana”. 

Menariknya, di tengah konser, kelima musisi menyisipkan monolog yang membuat penonton terhipnotis. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved