Lima Musisi Satu Panggung dalam Tur SAMA SAMA di Bandung
ma musisi lintas generasi, lintas gaya, dan lintas suasana hati bersatu dalam satu panggung dalam gelaran Tur SAMA SAMA
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
Dere mengungkapkan betapa ia mengagumi rekan-rekannya di atas panggung, dan bagaimana momen-momen di balik layar justru menjadi sumber inspirasi.
Baca juga: Mini Album Bandar Disco Hadir Eksklusif di Langit Musik
Kunto Aji menuturkan tentang pentingnya menurunkan ego dalam kolaborasi, bahwa “sama-sama” bukan hanya soal bersama, tetapi soal menyatu.
Sal Priadi memberikan perspektif berbeda.
Baginya, makna lagu tak pernah final.
Ia selalu berubah, tergantung siapa yang menyuarakannya.
Maka ketika lagu-lagu mereka bertukar suara malam itu, penonton pun melihat lagu-lagu lama dengan makna yang sama sekali baru.
Sementara itu, Tulus menyebut proses kreatif tur ini sebagai salah satu pengalaman paling menggugah dalam kariernya.
Chemistry di balik panggung, kata dia, sudah terasa kuat sejak sesi workshop.
Di situlah para musisi mengenal satu sama lain secara lebih mendalam, tak hanya dari sisi musikal, tapi juga dari sisi kemanusiaan.
Tur SAMA SAMA tidak disusun seperti pertunjukan musik konvensional.
Tak ada jeda panjang, tak ada MC yang banyak bicara, tak ada urutan tebak-tebakan.
Sebaliknya, semua mengalir kadang pelan, kadang nyaris seperti pertunjukan teater musikal, dengan aransemen yang kadang berubah dari aslinya, namun tetap menyentuh.
Baca juga: Tampil Sepanggung dengan RAN Hingga Diskoria, Infinity Band Optimistis Menatap Industri Musik
Di bawah arahan kreatif Nuya dan Farras dari Jakarta Movin, serta pengarah musik Yoseph Sitompul dan Enrico Octaviano, setiap lagu dikemas ulang dengan identitas baru.
Lampu, tata panggung, visual, dan audio berpadu mendukung perubahan suasana. Rasanya seperti menonton lima pertunjukan dalam satu waktu.
“Ini bukan hanya konser. Ini adalah eksperimen artistik yang ingin kami dorong menjadi model pertunjukan musik masa depan lebih dari sekadar hiburan, tapi juga pengalaman mendalam," ujar Novry Hetharia, Direktur PT Expo Indonesia Jaya (ExpoIndo).
| Kritik Tajam Rencana Penyatuan Gedung Sate-Gasibu: Pakar ITB Sebut 'Egoisme Pemimpin' |
|
|---|
| Sinergi Pemkot Bandung dan BPJS Ketenagakerjaan: Salurkan Santunan di Tengah Gelaran Job Fair 2026 |
|
|---|
| Jelang Hari Raya Iduladha, DKPP Kota Bandung Siapkan 184 Petugas Periksa Hewan KurbanL |
|
|---|
| Alasan Persaingan Pencari Kerja di Bandung Semakin Ketat: Status Kota Terbuka dan Urbanisasi |
|
|---|
| Fokus Benahi Bandung, Farhan Pastikan Kolaborasi dengan Pemprov untuk Percepat Penanganan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Penampilan-Dere-Idgitaf-Kunto-Aji-Sal-Priadi-dan-Tulus-di-Eldorado-Dome-Minggu-452025.jpg)