Senin, 18 Mei 2026

Unpas Hadirkan Pendidikan Gratis dan Solusi Mahasiswa Baru di PMB 2025, Biaya Bukan Lagi Masalah

Prof Dr Cartono SPD  MPD mengatakan melalui SK Rektor No. 212 Tahun 2025, Unpas resmi membuka gerbang selebar-lebarnya bagi mahasiswa baru.

Tayang: | Diperbarui:
istimewa
PMB UNPAS - Potret Ketua Umum Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Pasundan, Prof Dr Cartono SPD  MPD. Cartono menyebut melalui SK Rektor No. 212 Tahun 2025, Unpas resmi membuka gerbang selebar-lebarnya bagi seluruh putra-putri terbaik Jawa Barat dan Indonesia. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Di tengah tantangan ekonomi dan sosial yang dihadapi banyak keluarga, Universitas Pasundan (Unpas) menegaskan komitmennya tak boleh ada mimpi yang terhenti hanya karena masalah biaya. 

Menurut Ketua Umum Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Pasundan, Prof Dr Cartono SPD  MPD, melalui SK Rektor No. 212 Tahun 2025, Unpas resmi membuka gerbang selebar-lebarnya bagi seluruh putra-putri terbaik Jawa Barat dan Indonesia.

Khususnya pada masa penerimaan mahasiswa baru (PMB) 2025 yang saat ini sedang berlangsung. Terlebih untuk gelombang pertama  Unpas telah membuka pendaftaran PMB 2025 melalui 12 jalur masuk. 

“Apapun masalahnya, kami hadir dengan solusi. Jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak kuliah di Unpas," kata Cartono dalam keterangannya, Kamis (24/4/2025).

Baca juga: Jadwal Seleksi PMB PTKIN 2024, Ada Tiga Jalur, Bisa Daftar Jalur SPAN Mulai 22 Januari

Menurut Cartono, bagi yang menginginkan kuliah gratis 100 persen, program Kartu Indonesia Pintar (KIP) bisa menjadi jawaban. Baik jalur reguler dari Kemendikbudristek maupun aspirasi dari para anggota DPR RI. KIP memberikan kesempatan bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa beban biaya.

"Silahkan mendaftar dan ikuti seleksinya," ujar Cartono yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor 1 Bidang Pembelajaran Kemahasiswaan, Alumni, Agama dan Budaya Universitas Pasundan ini. 

Unpas pun banyak memberikan kemudahan, khususnya kemudahan pembiayaan dan pendidikan. Salah satunya menghadirkan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). 

Dengan demikian, lulusan SMA yang sempat kuliah D1, D2, atau bahkan mereka yang kini bekerja di pabrik dan industri, pengalaman kerja dan pendidikan terdahulu, bisa dikonversi menjadi SKS. Kuliah jadi lebih cepat, lebih hemat, dan tetap berkualitas.

"Unpas menghadirkan sistem pembelajaran hybrid dan Learning Management System (LMS) yang memungkinkan mahasiswa belajar secara fleksibel, ideal bagi yang tinggal di luar kota, atau mereka yang harus bekerja sambil kuliah," jelasnya.

Lebih lanjut Cartono pun mengungkapkan, kemudahan pembiayaan pun hadir dalam berbagai bentuk beasiswa.  Unpas merancang sistem beasiswa yang menjangkau berbagai latar belakang dan potensi. Seperti halnya beasiswa untuk Hafidz Qur’an, Atlet, Nilai UTBK, hingga Lulusan Sekolah Islam Terpadu

Seperti Beasiswa 100 persen untuk hafidz Al Qur’an yang bisa menguasai hapalan 20–30 juz. 

"Itu ada grade nya, nanti disesuaikan dengan kemampuannya. Kuota sekitar 10 persen dari total pendaftar," ujar Cartono.

Viral Postingan Kakek di Indramayu Hilang Misterius Hingga Disebut Diculik Kalong Wewe

Pengurus MUI Kota Bandung ini juga menyinggung adanya beasiswa UTBK untuk nilai 500–600 bisa mendapat potongan UKT 15–30 persen.

Ada juga beasiswa atlet tingkat regional hingga internasional, potongan biaya hingga 30 persen dan disesuaikan dengan skill atletnya.

Termasuk juga beasiswa Sekolah Islam Terpadu/Boarding School,  potongan bisa mencapai hingga 30 persen. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved