Berita Viral
Viral Seminar Bela Negara UI dengan Pembicara Deddy Corbuzier Dimintai KTP, Kampus Beri Penjelasan
Media sosial ramai memperbincangkan soal seminar Bela Negara Universitas Indonesia bertajuk "Nusantara Shield" yang mensyaratkan unggah foto KTP.
Penulis: Salma Dinda Regina | Editor: Salma Dinda Regina
TRIBUNJABAR.ID - Media sosial ramai memperbincangkan soal Seminar Bela Negara Universitas Indonesia bertajuk "Nusantara Shield" yang akan digelar pada Sabtu (10/5/2025).
Diketahui, seminar tentang cyber security itu akan menghadirkan empat pembicara, salah satunya adalah Staf Khusus (Stafsus) Menteri Pertahanan (Menhan) Deddy Corbuzier.
Namun sayangnya, kegiatan tersebut menuai kritik karena pendaftarannya mewajibkan pencatuman Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan mengunggah foto Kartu Tanda Penduduk (KTP).
"Hati-hati yang ikut seminar di UI dengan narasumber om Deddy. soalnya link pendaftarannya (*) wajib diisi NIK dan foto KTP. Seminar cyber security kok minta foto KTP? ini sama aja serahin data diri buat dipantau pergerakan kalian sama pemerintah," bunyi unggahan akun @tany****, Sabtu (19/4/2025).
Lalu, mengapa pendaftaran Seminar Bela Negara UI membutuhkan NIK dan KTP?
Baca juga: Kata Pengamat Soal Sikap Jokowi Buat Polemik Ijazah Palsu Tidak Selesai, Singgung Nasib Eks Presiden
Penjelasan UI
Direktur Humas, Media, Pemerintah dan Internasional UI, Arie Afriansyah mengklarifikasi isu yang beredar di media sosial terkait pendaftaran Seminar Bela Negara UI memerlukan NIK dan KTP.
Arie mengatakan, NIK dan KTP diperlukan untuk penerbitan sertifikat bela negara dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) kepada peserta,
"NIK dan foto ID KTP dibutuhkan 100 persen hanya untuk keperluan sertifikat yang akan dikeluarkan oleh Kemenhan," kata Arie saat dikonfirmasi, Senin (21/4/2025), dikutip dari Kompas.com.
Arie mengatakan, sertifikat itu adalah bagian dari dokumen resmi negara yang diterbitkan oleh Kemenhan setelah mendapat validasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
"Karena sertifikat ini dikategorikan dokumen resmi negara, maka diminta otentifikasi penerima dokumen tersebut. Salah satunya adalah dokumen identitas," jelasnya.
Baca juga: Tangis Wahyu Pemuda Kuli Pikul di Bandung Hidupi 2 Adik Yatim Piatu, Dapat Domba dari Dedi Mulyadi
NIK dan KTP tidak digunakan untuk kepentingan lain
Sedangkan pihak panitia seminar mengatakan, sertifikat tersebut mempunya penomoran khusus, sehingga penerbitannya berbeda dengan sertifikat seminar pada umumnya.
Panitia memastikan, data berupa NIK dan foto KTP tidak akan digunakan untuk kepentingan lain, apalagi untuk Pemilihan Umum (Pemilu) mendatang.
"Data yang disampaikan hanya akan digunakan untuk kepentingan penerbitan sertifikat bela negara oleh Kemenhan," bunyi keterangan resmi panitia seminar yang diterima, Minggu (20/20/4/2025).
| Sosok Hendrik Irawan Mitra MBG di Bandung Barat Viral Joget Disebut Pamer Dapat Insentif Rp6 Juta |
|
|---|
| Alasan Deni Apriadi Pakai Hijab dan Berpenampilan Wanita saat Jadi MUA hingga Tuai Kontroversi |
|
|---|
| Kebaikan Kepsek yang Viral Tampar Siswa Diungkap Mantan Murid, Beda Keterangan dengan Guru |
|
|---|
| Viral Aksi Pria di Kramat Jati Menaruh Ular Piton 4 Meter di Trotoar, Kesal ke Pengendara Motor |
|
|---|
| Sosok Haikal & Haezar, Kakak Adik di Bogor Viral Gantian Seragam Sekolah, Sikapnya Disorot Tetangga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Seminar-Bela-Negara-Deddy-Corbuzier.jpg)