Lindungi Warga dan Ternak, Diskanak Purwakarta Bentuk Tim Tanggap Zoonosis
Diskanak Kabupaten Purwakarta menggelar sosialisasi penting terkait penanganan cepat kejadian zoonosis.
Penulis: Deanza Falevi | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi
TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Purwakarta melalui Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) menggelar sosialisasi penting terkait penanganan cepat kejadian zoonosis.
Kegiatan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan instansi dilaksanakan di Aula Kantor Diskanak, Jumat (18/4/2025)
Mengacu pada Keputusan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Kepdirjen PKH) Nomor 12243 Tahun 2024, acara ini menjadi langkah awal dalam membentuk dan membekali kader pemantauan dan respons cepat terhadap penyakit zoonosis, penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.
Sebanyak 45 peserta hadir, termasuk perwakilan dari 17 kecamatan, kelompok peternak, unsur masyarakat, hingga tokoh masyarakat.
Baca juga: Ada Layanan Psikologi Gratis di Perpusda Purwakarta, Ruang Aman untuk Curhat dan Pulih
Tak hanya itu, Tim Respons Cepat dari Dinas Kesehatan serta BPBD Kabupaten Purwakarta juga turut ambil bagian, menandai kuatnya kolaborasi lintas sektor.
Kepala Bidang Keswan Kesmavet Diskanak Purwakarta, Wini Karmila, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam sistem deteksi dini.
“Zoonosis bukan hanya urusan peternakan. Ini ancaman kesehatan masyarakat. Dengan adanya kader, respons di lapangan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat,” ujar Wini kepada wartawan di lokasi, Jumat.
Ia menyebut, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi besar memperkuat sistem kewaspadaan dini di daerah.
Baca juga: Warga Sumedang Diminta Tak Beli Hewan Ternak secara Online, Lebih Murah tapi Risiko Penyakit Tinggi
Dalam waktu dekat, Pemkab Purwakarta akan membentuk tim koordinasi atau kader zoonosis tingkat kabupaten. Saat ini, proses penyusunan SK tengah dikaji oleh Bagian Hukum Setda.
“Melalui sinergi yang dibangun antara pemerintah, peternak, dan masyarakat, kita berharap kesiapsiagaan menghadapi potensi wabah zoonosis bisa ditingkatkan secara signifikan,” katanya.
Dengan langkah proaktif ini, Wini mengatakan, Kabupaten Purwakarta menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesehatan hewan dan masyarakat secara menyeluruh, dari desa ke kota, dari kandang ke rumah. (*)
| Maruarar Ingin Hunian Buruh Sehat dan Aman: Jangan Ada Sutet dekat Apartemen |
|
|---|
| Kebutuhan 12 Juta Genting untuk 40 Ribu Rumah, UMKM Plered Didorong Jadi Motor Ekonomi Daerah |
|
|---|
| Ular Piton 2 Meter Gegerkan Warga Purwakarta, Petugas Damkar Terpaksa Bongkar Selokan Beton |
|
|---|
| Petugas Kesehatan Jemput Bola ke Pelosok Desa di Purwakarta, Skrining TB dan Cek Kesehatan Gratis |
|
|---|
| Resmi Dikukuhkan Megawati, Inilah Daftar Fokus Utama Kepengurusan Baru PDIP Purwakarta Menuju 2029 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Dinas-Perikanan-dan-Peternakan-Diskanak-Kabupaten-Purwakarta.jpg)