Selasa, 2 Juni 2026

Kasus Keracunan Jadi Peringatan, Pemkab Purwakarta Perketat Standar Kebersihan Program MBG

Komitmen bersama antara pengelola SPPG dan ahli gizi adalah kunci menjaga kualitas layanan MBG di Purwakarta.

Tayang:
Penulis: Deanza Falevi | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Deanza Falevi
BAHAS MBG - Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein (Om Zein) bersama Dandim 0619/ Purwakarta Letkol Inf Ardha Cairova Pariputra memberikan arahan dalam rapat koordinasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

‎Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi

‎TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Kasus keracunan makanan yang mencuat di sejumlah daerah menjadi alarm serius bagi Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

‎Sebagai langkah antisipasi, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, bersama Dandim 0619/Purwakarta Letkol Inf Ardha Cairova Pariputra, menegaskan perlunya pengetatan standar operasional prosedur (SOP) kebersihan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

‎Langkah itu ditegaskan dalam rapat koordinasi dan evaluasi MBG yang digelar di Rumah Dinas Bupati. Rapat ini diikuti sekitar 70 peserta, terdiri dari koordinator wilayah (Korwil), Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mitra MBG, hingga ahli gizi se-Kabupaten Purwakarta.

Baca juga: Dari Dapur hingga Pengiriman, Chef Rochendi Beberkan Celah Keracunan MBG, Bahan Baku Jadi Sorotan

‎Dalam arahannya, Om Zein menekankan bahwa keamanan pangan harus menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan program unggulan ini.

‎"Setiap Korwil dan Kepala SPPG wajib bekerja dengan penuh tanggung jawab. Pastikan makanan yang disajikan aman dan higienis, mulai dari dapur, peralatan, hingga bahan baku. Program MBG bukan sekadar soal gizi, tetapi juga soal keselamatan masyarakat," ucap Om Zein saat dikonfirmasi Tribunjabar.id, Selasa (30/9/2025).

‎Senada dengan itu, Dandim 0619/Purwakarta Letkol Inf Ardha Cairova Pariputra meminta agar para pengelola SPPG benar-benar disiplin menjalankan SOP kebersihan.

‎"Saat melakukan sidak, saya masih menemukan ada dapur MBG yang belum sesuai SOP, mulai dari sanitasi hingga kelengkapan alat keselamatan seperti pemadam kebakaran. Ini hal mendasar yang harus segera dibenahi. Jangan sampai makanan bergizi justru menjadi ancaman kesehatan," ucapnya.

‎Ardha menambahkan, komitmen bersama antara pengelola SPPG dan ahli gizi adalah kunci menjaga kualitas layanan MBG di Purwakarta.

‎"Lebih baik mencegah daripada mengobati. Mari kita jalankan SOP secara maksimal agar program ini benar-benar bermanfaat," katanya.

Baca juga: Breaking News: Pelajar di Kadungora Garut Kembali Keracunan Usai Santap Menu MBG

‎Rakor MBG ini, kata dia, diharapkan menjadi momentum memperkuat koordinasi lintas sektor, mempertegas standar kebersihan dapur, serta menjamin layanan pangan bergizi yang aman bagi masyarakat Purwakarta.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved