Nasib Pilu Balita Perutnya Membesar Tak Bisa BAB Seminggu, Dokter Kaget Temukan Hewan di Ususnya

Seorang balita berusia tiga tahun di Jember, Jawa Timur ini mengalami nasib pilu karena kondisi perutnya membesar, dokter kaget temukan hewan

Editor: Hilda Rubiah
Kompas.com/Dokumentasi RSD dr Soebandi Jember
KISAH BALITA VIRAL: Tangkapan layar rontgen bocah perutnya membesar di Jawa Timur, disadur pada Senin (14/4/2025). Viral kisah tentang perut bocah asal Kabupaten Jember, Jawa Timur itu membesar serta tidak bisa buang air besar (BAB) seminggu. Terkuak penyebabnya.  

TRIBUNJABAR.ID - Seorang balita berusia tiga tahun mengalami nasib pilu karena kondisi perutnya membesar.

Sang orangtua membawanya ke dokter dengan keluhan anaknya itu tak bisa buang air besar (BAB) selama seminggu.

Setelah menjalani pemeriksaan, betapa dokter kaget menemukan hewan di usus balita 3 tahun tersebut.

Selain perut membesar, balita laki-laki asal Jember, Jawa Timur itu juga mengalami keluhan lainnya.

Baca juga: Viral, 2 Balita Disiksa dan Disekap Pacar Ibunya di Jakarta, Wajah Babak Belur, Terkuak Kronologinya

Ia merasakan kondisi kesehatan tak biasa, sakit perut, kesulitan bernapas, dan muntah.

Hingga akhirnya orangtua membawanya ke RSD dr Soebandi Jember.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari Tribun Jatim, Direktur RSD dr Soebandi Jember, I Nyoman Semita menyampaikan bahwa anak tersebut memang berasal dari Jember, tetapi tinggal bersama neneknya di Bali.

"Dia datang ke IGD RSD dr Soebandi dalam keadaan gawat darurat," kata dia kepada Kompas.com pada Minggu (13/4/2025).

Dokter di rumah sakit menduga hal itu terjadi karena ada sumbatan pada ususnya sehingga tidak berfungsi maksimal.

"Kemudian diperiksa CT scan, memang menggambarkan suatu kondisi yang disebut ileus obstruktif, yaitu buntunya saluran pencernaan akibat sesuatu," ucapnya.

Setelah itu, pasien tersebut dirawat di rumah sakit.

Saat dirawat di dalam ruangan, pasien tersebut muntah mengeluarkan cacing.

Karena termasuk kasus yang unik, kata dia, akhirnya empat dokter membahas penyakit ini.

Mulai dari dokter ahli bedah anak, dokter ahli parasitologi klinik, hingga dokter spesialis anak.

Para dokter tersebut menyimpulkan bahwa ada proses darurat yang harus dilakukan operasi pada anak tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved