Gedong 55, Hidupkan Kembali Nostalgia Kuliner Sunda di Cimahi
Restoran ini menghidupkan kembali keindahan dan cita rasa budaya Sunda melalui sebuah pengalaman kuliner yang otentik.
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gedong 55, sebuah restoran yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, No 55, Kota Cimahi, menyajikan lebih dari sekadar makanan.
Restoran ini menghidupkan kembali keindahan dan cita rasa budaya Sunda melalui sebuah pengalaman kuliner yang otentik.
Berbeda dari tempat makan lainnya, Gedong 55 menggunakan gedung bersejarah yang telah ada sejak zaman Belanda, yang menjadi salah satu daya tarik utama bagi pengunjung yang ingin merasakan atmosfer tempo dulu.
Berdiri sejak tahun 2023, Gedong 55 lahir dari tangan dingin Dewi Wahid Hermanto, atau yang akrab disapa Pak Ajo.

Berasal dari keluarga yang akrab dengan dunia kuliner, ia terinspirasi dari usaha katering sang ibu yang pernah berjaya di Bandung sejak tahun 1993.
Berbekal pengalaman tersebut, ia bersama keluarganya ingin menghidupkan kembali kejayaan bisnis kuliner mereka, namun dengan konsep yang lebih otentik dan membumi.
"Kenapa memilih di sini? Karena Cimahi itu identik dengan bangunan-bangunan tua. Ini gedung Belanda yang masih asli, dan kami berusaha melestarikannya tanpa mengubah bentuknya," ujar Anindia Retno Adi, Head Finance dan Head Service Gedong 55, saat ditemui TribunJabar.id, Jumat (28/3/2025).
Meskipun latar belakang keluarga Anindia bukan berasal dari dunia usaha besar, usaha kuliner mereka memiliki akar yang kuat.

“Ibu saya adalah seorang tukang masak. Kami punya usaha catering sejak tahun 1993, yang banyak menangani pernikahan di Bandung Timur. Namun, setelah ayah saya meninggal pada tahun 2012, usaha catering kami sempat vakum,” kenang Anindia.
Namun, berkat semangat kakaknya, yang juga terinspirasi dari usaha ibunya, Gedong 55 pun berdiri dengan tujuan untuk melestarikan dan memperkenalkan kuliner Sunda kepada masyarakat, sekaligus mengangkat potensi gedung tua yang indah dan sarat sejarah.
Makanan yang disajikan di Gedong 5 pun tidak hanya mengandalkan cita rasa, tetapi juga cara penyajiannya yang sangat tradisional.
“Kami masih menggunakan cara memasak dengan kayu bakar, seperti yang dulu sering dilakukan oleh nenek-nenek kita. Hal ini bukan hanya untuk menjaga keaslian rasa, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap cara memasak tradisional yang semakin jarang ditemui,” jelas Anindia.
Restoran ini juga menghadirkan menu-menu yang langka dan otentik, seperti tumisan kangkung, keciwis, dan bahkan bunga pepaya, yang sebagian besar sudah jarang ditemukan di restoran modern.
Salah satu menu andalan mereka adalah Ayam Goreng, yang menjadi favorit pengunjung, bersama dengan berbagai hidangan khas Sunda lainnya seperti Sayur Asam, Balak Utak, hingga Gurame Cobek.
Polban Gelar Wisuda, Lulusan Diminta Jadi Pelopor dan Inovator |
![]() |
---|
Anggota DPRD Jabar M Lillah Sahrul Mubarok Apresiasi Pemprov Siapkan Program Beasiswa Santri |
![]() |
---|
Anggota DPRD Jabar Lillah Sahrul Mubarok: Teknis Program Beasiswa Santri Diserahkan ke Kemenag |
![]() |
---|
Anggota DPRD Jabar Aten Munajat Sebut Beasiswa Santri Bagus, tapi Pesantren Harus Tetap Didukung |
![]() |
---|
Perkuat Pendidikan Karakter, Disdik Jabar Teken MoU dengan Self Learning Institute |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.