Minggu, 12 April 2026

Muhammadiyah di Jabar Sambut Baik Keputusan Pemerintah 1 Ramadhan Jatuh pada 1 Maret 2025

Warga Muhammadiyah di Jawa Barat (Jabar) mulai melaksanakan salat tarawih pertama, di bulan Ramadan 1446 Hijriyah, Sabtu (28/2/2025). 

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Januar Pribadi Hamel
Tribun Jabar/Nazmi Abdurahman
SAAT DIWAWANCARA - Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jabar, Jamjam Erawan saat diwawancarai di Kantor PW Muhammadiyah Jabar, Jalan Sancang, Kota Bandung, Jumat (28/2/2025). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Warga Muhammadiyah di Jawa Barat (Jabar) mulai melaksanakan salat tarawih pertama, di bulan Ramadan 1446 Hijriyah, Sabtu (28/2/2025). 

Muhamadiyah sudah menentukan 1 Ramadan 1446 Hijriah jatuh pada 1 Maret 2025 sejak beberapa pekan lalu. 

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jabar, Jamjam Erawan mengatakan, penentuan 1 Ramadan itu dilakukan melalui metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal.

Menurut pantauan di Masjid Mujahidin Muhammadiyah, Jalan Sancang, Kota Bandung, sejak pukul 19.00 WIB sejumlah jemaah Muhammadiyah sudah berdatangan untuk melaksanakan salat tarawih.

"Insya Allah warga Muhammadiyah se-Jawa Barat bahkan se-Indonesia, malam ini adalah merupakan malam tarawih perdana. Hal ini dilaksanakan karena memang sesuai dengan apa yang menjadi surat edaran pimpinan pusat Muhammadiyah," ujar Jamjam Erawan di Masjid Mujahidin Kota Bandung (28/05/2025).

Jamjam pun menyambut baik keputusan Pemerintah Republik Indonesia yang telah mengumumkan 1 Ramadan 1446 H pada 1 Maret 2025, sama dengan perhitungan Muhamadiyah.

Pengumuman itu disampaikan Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar, dalam konferensi pers di Masjid Istiqlal, Jakarta Jumat (28/2/2025).

Baca juga: BREAKING NEWS - 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh pada 1 Maret 2025, Besok

"Ya syukur Alhamdulillah, kalau memang misalkan pemerintah maupun saudara kami dari NU, ya kalau Persis sudah jelas kalau saya lihat di surat edarannya sama dengan kita. Tetapi misalkan kalau dari saudara kami (NU) juga malam ini, Alhamdulillah," katanya.

"Tetapi kalau pun beda, ini kan bukan kejadian pertama, sudah terbiasa dan nanti antara kami sudah sangat cair, diantara kami sudah tidak ada lagi masalah, malah kadang-kadang sambil canda-candaan gitu," tambahnya.

Jamjam menambahkan, hal tersebut dapat menjadi awal yang baik bagi seluruh umat muslim di Indonesia, di mana perbedaan, tak menjadikan kekhusyukan kita berkurang dalam melakukan peribadatan.

"Alhamdulillah kita bisa hidup di negara yang betul-betul merdeka untuk melakukan peribadatan yang bisa menjadikan kita lebih khusuk. Maka tergantung kepada kita. Maka oleh karena itu mari kita jadikan momentum ini adalah momentum untuk melaksanakan ibadah dengan sebaik-baiknya," ucapnya. (*)

Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.

IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved