Wabup Fajar Dorong Pemuda Muhammadiyah Jadi Motor Perubahan di Sumedang
Wakil Bupati Sumedang M Fajar Aldila berharap Pemuda Muhammadiyah bisa menjadi motor perubahan di Sumedang
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Siti Fatimah
Ringkasan Berita:
- Wakil Bupati Sumedang M Fajar Aldila menerima jajaran Pemuda Muhammadiyah
- Program desa binaan bisa menjadi langkah konkret untuk mengintegrasikan pembangunan fisik dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia
Laporan : Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Wakil Bupati Sumedang M Fajar Aldila menerima jajaran Pemuda Muhammadiyah pada Kamis (26/3/2026). Dalam pertemuan ini mengemuka gagasan bahwa masa depan daerah tidak bisa dilepaskan dari peran aktif pemuda.
Dalam pertemuan tersebut, Pemuda Muhammadiyah memaparkan berbagai potensi yang dimiliki organisasinya.
Mulai dari kekuatan kader yang tersebar di berbagai sektor, hingga program pemberdayaan seperti Balai Latihan Kerja (BLK), pelatihan berbasis teknologi, coding, dan kecerdasan buatan (AI).
Ketua rombongan, Inding, menegaskan kesiapan organisasinya untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan daerah.
“Kami ingin membangun sinergi dengan pemerintah daerah. Banyak potensi yang bisa dikolaborasikan, baik di bidang sosial, pendidikan, maupun ekonomi kreatif,” ujarnya.
Ia menyebut, kader Pemuda Muhammadiyah di Sumedang tidak hanya aktif di organisasi, tetapi juga terlibat dalam berbagai bidang strategis, termasuk penyelenggara pemilu hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Lebih jauh, mereka mendorong terbukanya ruang kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah daerah, termasuk dalam pengembangan desa binaan, pemberdayaan pemuda, serta penguatan ekonomi berbasis kearifan lokal.
Menanggapi hal itu, Fajar Aldila menyambut positif semangat kolaborasi tersebut.
Ia menilai, pendekatan pembangunan saat ini harus bergeser dari sekadar bantuan sosial menuju pemberdayaan yang berkelanjutan.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan bantuan sosial. Yang dibutuhkan adalah pemberdayaan, bagaimana masyarakat, khususnya pemuda, memiliki keterampilan dan kemandirian,” tegasnya.
Menurutnya, program desa binaan bisa menjadi langkah konkret untuk mengintegrasikan pembangunan fisik dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Fajar menekankan, edukasi, pelatihan keterampilan, serta penguatan ekonomi kreatif harus menjadi fondasi utama dalam menciptakan ekosistem pembangunan yang berkelanjutan.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan bahwa peran pemuda tak hanya berhenti pada aspek ekonomi.
Generasi muda, kata dia, harus hadir dalam menjawab berbagai persoalan sosial yang kian kompleks.
Mulai dari isu pernikahan usia dini, stunting, hingga dampak negatif media sosial terhadap anak-anak, semuanya membutuhkan keterlibatan aktif pemuda sebagai agen perubahan.
“Pemuda harus hadir memberikan edukasi. Kita ingin generasi muda Sumedang tumbuh dengan kualitas, baik dari sisi pendidikan, kesehatan, maupun karakter,” tambahnya.
| Ribuan Bobotoh di Jatinangor Sumedang Konvoi Rayakan Kemenangan Persib Atas PSM Makassar |
|
|---|
| Joging Trek Dibangun di Cikeruh Sumedang, Bupati Dony Puji Kolaborasi Jatos Mall |
|
|---|
| Bupati Dony Buka Sumedang Aquatic Championship III, Diikuti 887 Atlet |
|
|---|
| Viking Jatinangor Pusatkan Nobar Persib di Jans Park, Ribuan Bobotoh Gelar Doa Bersama dan Shalawat |
|
|---|
| Unpad Apresiasi Gerak Cepat Polisi Ciduk Jukir Penodong 2 Mahasiswi di Jatinangor Sumedang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Wakil-Bupati-Sumedang-M-Fajar-Aldila-menerima-jajaran-Pemuda-Muhammadiyah.jpg)