Berita Viral
Kisah Pilu Nenek Yati Tinggal di Rumah Tanpa Atap Ngungsi ke Tetangga saat Hujan, Berharap Ikut Anak
Kisah pilu wanita lanjut usia (lansia) Yati (70) yang tinggal di rumah tidak layak tengah mencuri perhatian publik.
Penulis: Salma Dinda Regina | Editor: Salma Dinda Regina
Di Desa Pelem, suaminya Warsini membangun rumah mungil dengan sumur di bagian belakang rumah.
Setelah anak ketiga lahir, suaminya kembali ke Jakarta untuk bekerja. Hingga saat ini, rumah yang dibangun perlahan hancur. Yati mengaku tak tahu lagi keberadaan suaminya.
“Suami saya berkali-kali menikah, tapi sampai saat ini saya tidak pernah bertemu lagi. Sampai rumah yang dia bangun ini hancur, saya tetap tinggal di sini,” kata Yati sambil terlihat air mata di sudut matanya.
Meski mengaku hidup sulit, dia mengaku bisa membesarkan anak-anaknya hingga anak pertamanya menyusul bapaknya ke Jakarta dan hingga saat ini tidak diketahui keberadaannya.
Sementara itu, anak keduanya yang sudah menikah saat ini mengontrak rumah di desa lain karena hanya bekerja sebagai buruh bangunan.
Adapun anak ketiganya yang sudah memiliki tiga anak juga sempat mengontrak rumah yang tak seberapa jauh dari rumahnya saat ini.
“Kalau malam saya dulu numpang tidur di rumah kontrakan anak, tapi karena tidak enak, mereka juga ngontrak sekarang, ya numpang di rumah siapa saja,” ucapnya sambil menyeka air matanya.
Bergantung hidup dari belas kasihan Untuk menyambung hidup, Yati mengaku hanya bisa bergantung pada belas kasihan tetangganya.
Sesekali dia mengaku diajak salah satu perangkat desa untuk mendapatkan bantuan.
Dia mengaku sedih dan bingung harus ke mana menghadapi hidupnya.
Satu-satunya harapan adalah dengan menempati rumah yang dibangun suaminya meski kondisinya saat ini hanya beratap langit.
“Saya juga bingung harus bagaimana. Kemarin ada tawaran dari desa untuk tinggal di SD, tapi saya tidak kerasan,” ujarnya.
Suti, salah satu warga Desa Pelem yang memiliki warung, mengaku sering disambati Yati untuk meminjam uang maupun sembako untuk menyambung hidupnya.
Dia mengaku kadang trenyuh melihat kondisi tetangganya tersebut karena tetap bertahan di rumah yang atapnya sudah ambruk belasan tahun lalu.
“Saya kan pedagang kecil, kadang bisa minjami uang atau beras, tapi kadang ya trenyuh kalau tidak bisa minjami uang. Dulu sempat direhab atapnya oleh pemerintah desa, tapi rusak lagi,” katanya.
Baca juga: Kisah Ipul, Anak Pedagang Nasi Goreng Cumlaude di ITB, Kini Jadi Ahli Emas & Berangkatkan Ortu Umroh
Rehab rumah terkendala status lahan
Kasi Pelayanan Desa Pelem, Harto menerangkan, Yati masih tercatat sebagaiw arga Desa Pelem dengan nama Yatinem.
Pemilik Warung di Solo Didenda Rp50 juta usai Gelar Nobar Sepak Bola, Ditawari Uang Damai Rp100 Juta |
![]() |
---|
Kisah Pilu 5 Bersaudara Ditelantarkan Orang Tua di Gresik, Jual Perabot Rumah Demi Bisa Makan |
![]() |
---|
Respons Sudewo setelah Dituntut Mundur dari Jabatan Bupati Pati: Proses Pembelajaran Bagi saya |
![]() |
---|
Sosok Brigpol Moh Ridha, Intel Polisi Nyambi Jadi Badut Sulap, Honornya Diberikan ke Panti Asuhan |
![]() |
---|
Pilu Revan Putus Sekolah Akibat Anemia Plastik, Kini Hidup Bersama Nenek Angkat, Ibu TKI di Malaysia |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.