Berita Viral

Kisah Pilu Nenek Yati Tinggal di Rumah Tanpa Atap Ngungsi ke Tetangga saat Hujan, Berharap Ikut Anak

Kisah pilu wanita lanjut usia (lansia) Yati (70) yang tinggal di rumah tidak layak tengah mencuri perhatian publik.

(KOMPAS.COM/SUKOCO)
RUMAH TANPA ATAP - Kondisi rumah Yati yang tak lagi beratap karena lapuk yang membuat atap rumahnya ambruk belasan tahun lalu. Sempat direhab oleh pemerintah desa, namun atap rumah kembali ambruk. Upaya rehab kambali rumah yang tidak layak huni tersebut mendapat tentangan dari saudara suaminya selaku pemilk tanah. 

TRIBUNJABAR.ID - Kisah pilu wanita lanjut usia (lansia) Yati (70) yang tinggal di rumah tidak layak tengah mencuri perhatian publik.

Yati merupakan warga Desa Pelem, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Rumahnya tidak lagi memiliki atap, pintu tripleks pun sudah rapuh.

Sesekali wajah Yati tampak mendongak ke atas memastikan mendung yang bergayut tidak menjadi hujan.

Yati mengaku saat hujan turun ia ikut berteduh di rumah tetangga.

“Kalau sudah mendung begini, khawatir hujan. Harus siap-siap untuk berteduh di rumah tetangga,” ujarnya Rabu (19/2/2025), dikutip dari Kompas.com.

Kekhawatiran Yati beralasan.

Rumah berukuran 4x6 tersebut tidak memiliki atap lagi karena genting yang tersisa hanya beberapa biji yang menyangkut di antara reng bambu yang sudah lapuk.

Ia mengaku sudah belasan tahun terpaksa tinggal di rumah yang dibangun sejak anak ketiganya lahir hingga saat ini memiliki tiga anak itu.

“Saya sudah lupa berapa tahun, tapi rumah ini dibangun suami saya setelah pulang dari Jakarta. Ingat saya sejak anak ketiga saya, Ayu, lahir. Sekarang sudah punya tiga anak, tapi saya tidak tahu di mana keberadaannya sekarang,” ucapnya dengan suara lirih. 

Yati mengaku tak mengingat kedua orangtuanya karena sejak kecil dia merupakan anak yang diadopsi oleh keluarga di Jakarta hingga dia bekerja di sejumlah pabrik untuk menyambung hidupnya.

Ia juga mengaku tidak bisa sekolah lantaran ekonomi keluarga angkatnya.

Baca juga: Viral Detik-detik Juru Parkir di Bandung Dibacok 4 OTK, Warga Berlarian, Polisi Buka Suara

Ketika bekerja di salah satu pabrik di Jakarta, Yati mengaku bertemu dengan suaminya, Warsini, yang berasal dari Kabupaten Magetan, dan menikah.

“Sejak menikah sampai punya dua anak, kami sering pindah kontrakan kerja serabutan sampai akhirnya pulang ke sini karena anak ketiga saya mau lahir,” tuturnya.

Membangun rumah mungil

Halaman
123
Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved