Selasa, 21 April 2026

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Melambat 0,5 Persen, Lebih Rendah dari Angka Nasional

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat (Jabar) mencatat terjadi pelambatan ekonomi 0,5 persen di Jabar pada 2024.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
shutterstock
ILUSTRASI Pertumbuhan Ekonomi. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat (Jabar) mencatat terjadi pelambatan ekonomi 0,5 persen di Jabar pada 2024. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat (Jabar) mencatat terjadi pelambatan ekonomi 0,5 persen di Jabar pada 2024. Penyebabnya adalah kontraksi di sektor pertambangan dan migas.

Kepala BPS Jabar, Darwis Sitorus, mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Jabar pada 2024 tumbuh 4,95 persen lebih rendah dari 2023 yang mencapai angka 5,00 persen.

"Struktur pertumbuhan ekonomi Jabar yang memberikan kontribusi terbesar adalah sektor industri dengan 41,39 persen. Sementara lapangan usaha yang menunjukkan pertumbuhan signifikan adalah transportasi dan pergudangan dengan pertumbuhan 12,34 persen. Yang kontraksi adalah pertambangan dan pengolahan listrik gas," ujar Darwis, Rabu (5/2/2025).

Menurutnya, pelambatan ini membuat pertumbuhan ekonomi Jabar tidak mencapai target 5,67 persen. Bahkan, angka pertumbuhan di Jabar kalah dibanding angka rata-rata nasional yang mencapai 5,03 persen.

Baca juga: Pariwisata Jawa Barat 2024: Lonjakan Wisatawan Jadi Angin Segar Ekonomi Daerah

"Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen ekspor barang dan jasa yang tumbuh 12,09 persen," katanya.

Adapun sumber ekonomi tertinggi di Jabar pada 2024 dari sisi lapangan usaha disumbang oleh sektor industri pengolahan dengan angka 1,51 persen.

Baca juga: Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga Ditengah Divregensi Pertumbuhan Ekonomi Dunia

"BPS juga mencatat, pertumbuhan ekonomi Jabar secara q to q atau perbandingan dengan triwulan sebelumnya, tercatat di angka 2,05 persen," ucapnya. (*)
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved