Jelang Imlek, Grup Barongsai di Kota Bandung Banjir Orderan
Para penggemar budaya Tionghoa, restoran, pusat perbelanjaan, serta berbagai organisasi menyewa jasa barongsai untuk memeriahkan acara mereka.
Penulis: Nappisah | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Perayaan Tahun Baru Imlek tampak semakin meriah dengan hadirnya penampilan barongsai yang begitu mendominasi suasana.
Pertunjukan barongsai yang diwarnai dengan gerakan lincah dan gemulai berhasil menarik perhatian banyak masyarakat, terutama yang ingin merayakan dengan cara yang unik dan penuh warna.
Di tengah lonjakan permintaan untuk berbagai jenis hiburan tradisional, grup barongsai lokal justru mengalami "banjir orderan."
Para penggemar budaya Tionghoa, restoran, pusat perbelanjaan, serta berbagai organisasi menyewa jasa barongsai untuk memeriahkan acara mereka. Bahkan, beberapa grup barongsai harus menolak pesanan karena padatnya jadwal tampil.
Ibrahim Sopanji, Ketua Umum Long Qing Indonesia, salah satu group Barongsai yang selama lebih dari dua dekade ini menyebut pihaknya mendapat permintaan luar biasa di tahun ular kayu 2025 ini.
Panji sapaan akrabnya menjelaskan bahwa meskipun barongsai kini menjadi cabang olahraga yang diprioritaskan untuk prestasi, mereka tetap menjadi pilihan utama dalam berbagai acara Imlek, yang biasanya hanya digelar setahun sekali.
"Karena barongsai sudah menjadi cabang olahraga, kami sekarang lebih fokus pada prestasi, terutama karena kami mewakili Jawa Barat dalam Pekan Olahraga Nasional (PON)," kata Panji, saat ditemui TribunJabar.id, Selasa (21/1/2025).
Kendati demikian, untuk acara Imlek tahun ini, mereka tetap berpartisipasi dengan jadwal yang sangat padat.
“Sejak minggu kemarin kami sudah mulai tampil, dan jadwal kami akan terus berlangsung hingga 16 Februari. Bahkan, di tanggal 29, kami dijadwalkan tampil di 12 tempat sekaligus."
Untuk acara Imlek, Longqing Indonesia melibatkan sekitar 50 hingga 60 orang, dengan separuh di antaranya adalah atlet yang tampil di atas tiang.
Para atlet barongsai ini memiliki rentang usia yang beragam, mulai dari siswa SD hingga orang dewasa yang bekerja atau kuliah, dengan usia emasnya berada di sekitar usia SMP dan SMA.
Sejak didirikan pada tahun 1999, Long Qing Indonesia telah berkembang pesat. Panji mengungkapkan bahwa awal mula pihaknya melebarkan sayap setelah era pemerintahan Gus Dur, yang membuka kesempatan bagi mereka untuk tampil di acara kenegaraan.
"Waktu itu kami belajar barongsai dari video, VCD, karena belum ada YouTube. Dulu tampilnya di vihara atau pada acara Imlek, namun setelah 1999, kami resmi terdaftar sebagai cabang olahraga dan mulai mengikuti berbagai kejuaraan, termasuk kejuaraan dunia pertama di Indonesia pada tahun 2003," ujar Panji.
Menariknya, anggota Long Qing Indonesia sebagian besar berasal dari masyarakat sekitar, dengan 90 persen anggotanya beragama Islam dan 10?ri komunitas Tionghoa.
| Lelang Pengelola Baru Bandung Zoo Ditargetkan Rampung 5 Mei 2026, Farhan Siapkan Skenario |
|
|---|
| Komisi I DPRD Kota Bandung Dorong Penyempurnaan Perda Penyelenggaraan Adminduk |
|
|---|
| Kuota Pengiriman ke TPA Sarimukti Habis, Pemkot Bandung Hentikan Pengangkutan Sampah 3 Hari |
|
|---|
| Gaji Cair setelah 4 Bulan Menanti, Guru Honorer di Bandung Langsung Bayar Utang ke Kepsek |
|
|---|
| Farhan Pasang Badan! Cegah PHK Massal 3.144 Guru Honorer Bandung Akibat Aturan Baru Mendikdasmen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/20230123_GANI_03.jpg)