Kamis, 9 April 2026

Makan Bergizi Gratis

Program Makanan Bergizi Gratis di Kata Bandung Bakal Diperluas ke Sekolah di 5 Kecamatan

Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bandung yang merupakan program Presiden RI, Prabowo Subianto.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Januar Pribadi Hamel
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Pelajar menyantap makanan sehat bergizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) hari pertama, di SMA Angkasa, Lanud Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (6/1/2025). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bandung yang merupakan program Presiden RI, Prabowo Subianto bakal diperluas ke sekolah yang ada di lima kecamatan dengan sasaran sebanyak 16.000 siswa.

Berdasarkan Dinas Pendidikan Kota Bandung, hingga saat ini, baru 6.500 siswa dari 13 sekolah, yang terdiri dari 9 Sekolah Dasar (SD) dan 4 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang telah menerima manfaat dari program ini.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Tantan Syurya Santana mengatakan, program ini akan diperluas ke 5 kecamatan tambahan, yaitu Arcamanik, Antapani, Andir, Batununggal, dan Coblong mulai 13 Januari 2025.

"Dengan penambahan ini, sebanyak 16.000 siswa akan menerima makanan bergizi gratis, sehingga total penerima manfaat mencapai 21.000 siswa," ujar Tantan, Kamis (9/1/2025).

Ia mengatakan, penambahan jumlah siswa ini dilakukan secara bertahap dan targetnya adalah bisa menjangkau hingga 30 persen siswa dari total 310.000 siswa di Kota Bandung pada tahun 2025.

Baca juga: Mau Nasi Kuning, Fariz Murid SD di Indramayu Curhat ke Bupati saat Dapat Makan Bergizi Gratis

Menurutnya, penambahan tersebut dilakukan karena program makan bergizi gratis yang dimulai pada 6 Januari 2025 di Kota Bandung telah berjalan lancar.

"Alhamdulillah, makanan selalu habis, dan tidak ada sampah yang tersisa. Semua makanan yang tidak terambil dikembalikan kepada penyedia atau vendor," ucapnya.

Program ini didukung oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang memastikan keamanan dan kualitas makanan. Setiap dapur penyedia makanan harus memenuhi standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional dan diawasi secara ketat.

Saat ini, terdapat tiga dapur yang melayani siswa, yaitu di kawasan Lanud Husein Sastranegara dan Sukamulya. Pada 13 Januari mendatang, lima dapur baru akan mulai beroperasi.

"Semua dapur telah diverifikasi langsung oleh pusat. Kebersihan, izin operasional, dan sanitasi adalah hal utama yang diperhatikan. Hal ini untuk memastikan makanan yang diberikan tidak hanya bergizi, tetapi juga aman," ujar Tantan.

Tantan berharap, semua pihak mendukung keberlanjutan program ini agar lebih banyak siswa, baik dari sekolah negeri maupun swasta, dapat merasakan manfaatnya. (*)

Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.

IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved