Radius dari Dapur Jadi Dasar Pemilihan Sekolah yang Dapat MBG Hari Pertama di Bandung
Pemilihan sekolah yang mendapat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bandung ternyata berdasarkan radius dengan dapur SPPG.
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemilihan sekolah yang mendapat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bandung ternyata berdasarkan radius dengan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Seperti diketahui, MBG tersebut baru disalurkan ke-14 sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA di wilayah Husein Sastranegara, Kecamatan Cicendo, dan sekolah di Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, dengan jumlah 7.000 siswa.
"Pemilihan lokasi (sekolah) itu berdasarkan radius dari dapur, karena distribusinya tidak boleh terlalu lama," ujar Pj Wali Kota Bandung, A Koswara, Senin (6/1/2025).
Tujuh sekolah yang mendapat MBG dari SPPG Lanud Husein Sastranegara, yakni SDN 171 Lanuma, SD Angkasa 3, SDN 187 Lanuma, SD Angkasa 1, SMPN 68 Bandung, SMP Angkasa, dan SMA 9 Bandung.
Baca juga: Siswa SMPN 7 Purwakarta Tetap Bahagia Sambut Makan Bergizi Gratis, Kedatangannya Terlambat
Sedangkan tujuh sekolah di SPPG Sukajadi, yakni SDN 272 Sukasari, SDN 193 Caringin, SDN 096 Sarijadi Selatan, SDN 207 Cibogo, SDN 136 Sukawarna, SMPN 64 Bandung, dan SMPN 26 Bandung.
"Ini adalah bagian dari program makan siang bergizi gratis yang sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat," katanya.
Wakil Humas SMP Angkasa, Nurwulansari, mengatakan, pada hari pertama pembagian MBG ini berjalan lancar. Ratusan siswa di sekolah tersebut juga dipastikan merasa senang karena mereka bisa menghemat uang jajan.
"Dibagikan per kelas, jadi KM ke bawah untuk mengambil masing-masing jatah makan bergizi gratis," ucapnya.
Baca juga: 582 Ribu Anak Sekolah Jenjang PAUD-SMP di Kabupaten Bandung Akan Terima Program Makan Bergizi Gratis
Ia mengatakan, porsi MBG tersebut disiapkan sesuai dengan jumlah siswa yakni 286 orang, kemudian disantap saat jam istirahat. Sehingga mereka tak perlu membeli makan siang di kantin sekolah.
"Tadi anak-anak terlihat senang dapat makan bergizi gratis ini karena makanannya juga bergizi. Menunya ada nasi, sayuran, daging, buah-buahan, dan susu. Makanan ini didrop oleh SPPG dari Lanud," ujar Nurwulansari.
Menurutnya, Program MBG itu banyak manfaat dan keuntungan yang didapat oleh siswa dan orang tua masing-masing, sehingga program ini disambut baik oleh mereka.
"Selain sehat ya bikin hemat karena tidak bawa sarapan dari rumah dan tidak jajan di kantin. Apalagi kalau orang tuanya yang sibuk kerja, enggak sempat menyiapkan sarapan, jadi ini bisa menguntungkan orang tua juga," katanya. (*)
| Farhan Antisipasi Kemacetan dan Tumpukan Sampah di Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Bandung |
|
|---|
| Rencana Penataan 10 Titik PKL di Bandung: Satpol PP Targetkan Kawasan Heritage dan Drainase |
|
|---|
| Dibalik Larangan Nobar Film Pesta Babi: ISBI Bandung Sebut Kendala Izin, Mahasiswa Kecam Sensor |
|
|---|
| Pasca-Mahasiswa ITB Hilang, Jalur Pendakian Pasir Kuda di Gunung Puntang Bandung Ditutup Sementara |
|
|---|
| 345 Petugas Kebersihan Siaga di Bandung Selama Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Siswa-SMP-Angkasa-di-Lanud-Husein-saat-menyantap-menu-makan-bergizi-gratis.jpg)