Minggu, 19 April 2026

Intip Sekolah Pertanian di Pasaleman Cirebon, Cetak Petani Milenial Berbasis Pendidikan Nonformal

Pendidikan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Yayasan Persiapan Generasi Baru (YPGB) Karoya, Desa Tanjunganom, Kecamatan Pasaleman.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Januar Pribadi Hamel
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Pendidikan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Yayasan Persiapan Generasi Baru (YPGB) Karoya, Desa Tanjunganom, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon, menawarkan pendekatan unik dalam mencetak generasi muda dengan keterampilan berbasis pertanian. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto 

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Pendidikan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Yayasan Persiapan Generasi Baru (YPGB) Karoya, Desa Tanjunganom, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon, menawarkan pendekatan unik dalam mencetak generasi muda dengan keterampilan berbasis pertanian.

Meski mengusung konsep pendidikan nonformal, lembaga ini menjadi rumah belajar bagi hampir 500 siswa dari berbagai daerah di Indonesia.

"YPGB sebenarnya adalah sekolah nonformal, dengan nama lengkapnya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) YPGB."

"Kami memiliki program paket B setara SMP dan paket C setara SMA yang berfokus pada keterampilan berbasis pertanian," ujar Humas PKBM YPGB, Gufron saat berbincang dengan media, Jumat (3/1/2025).

Gufron menjelaskan, bahwa para siswa di PKBM YPGB tidak hanya belajar materi akademis seperti bahasa Indonesia dan matematika, tetapi juga keterampilan praktis. 

"Kami mengorientasikan mereka pada pelatihan pertanian agar menjadi petani milenial yang tidak hanya memahami teori tetapi juga terampil secara langsung," ucapnya.

Baca juga: Link Pendaftaran Petani Milenial Palsu Beredar di Medsos, Pendaftar Dijebak Masuk Grup Judi Online

Selain pertanian, PKBM YPGB juga menawarkan berbagai jurusan keterampilan seperti kelistrikan, perbengkelan mesin ringan, tata boga, tata busana, peternakan, penjernihan air minum, hingga rekayasa dan bioteknologi.

"Kami bahkan memiliki program peternakan domba, meski sebelumnya pernah fokus pada ayam."

"Untuk saat ini orientasi kami kembali ke domba," jelas dia.

Para siswa di PKBM YPGB tinggal di asrama yang disediakan oleh lembaga ini.

Namun, Gufron menegaskan bahwa lembaga ini bukan pesantren. 

"Jika pesantren lebih berorientasi pada pendidikan agama, kami berorientasi pada keterampilan," katanya.

Kegiatan belajar siswa dimulai dari pagi hingga sore.

"Pagi sampai sore mereka sibuk di lapangan sesuai jurusan masing-masing."

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved