Selasa, 19 Mei 2026

Sebanyak 80 Sekolah Dasar di Cirebon Rusak, Namun Hanya 34 SD yang Diusulkan Direhab

Sebanyak 34 sekolah dasar (SD) di Kota Cirebon diusulkan untuk direhabilitasi pada tahun ini padahal total ada 80 yang rusak.

Tayang:
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Kemal Setia Permana
Tribun Cirebon/Eki Yulianto
SEKOLAH RUSAK - Foto arsip Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Kadini. Kadini mengungkapkan sekitar 80 sekolah di Cirebon mengalami kerusakan dengan berbagai kategori. 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 34 sekolah dasar (SD) di Kota Cirebon diusulkan untuk direhabilitasi pada tahun ini
  • Namun secara total, ada sekitar 80 sekolah di daerah tersebut mengalami kerusakan dengan berbagai kategori
  • Kondisi ini diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Cirebon, Kadini.
  • Menurut Kadini, usulan tersebut kini tinggal menunggu jawaban dari pemerintah pusat terkait waktu pelaksanaan program revitalisasi 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Sebanyak 34 sekolah dasar (SD) di Kota Cirebon diusulkan untuk direhabilitasi pada tahun ini.

Namun di balik usulan tersebut, terungkap fakta bahwa sekitar 80 sekolah di daerah tersebut mengalami kerusakan dengan berbagai kategori.

Kondisi ini diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Cirebon, Kadini.

“Untuk Kota Cirebon tahun 2025 kita sudah mendapatkan revitalisasi. Tahun sekarang, kita sudah mengusulkan beberapa sekolah yang memang sudah membutuhkan perbaikan ataupun ada ruang kelas baru,” ujar Kadini, saat mendampingi kunjungan Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat, Komalasari, di SDN Kartini 1 Kota Cirebon, Senin (20/4/2026).

Kadini menjelaskan usulan tersebut kini tinggal menunggu jawaban dari pemerintah pusat terkait waktu pelaksanaan program revitalisasi.

Baca juga: Di Saat 10 Dapur Dihentikan Sementara, Belasan SPPG di Majalengka Siap Buka

“Jadi insyaallah nanti dalam waktu dekat kita sudah mendapatkan jawaban dari kementerian kapan kita mulai melaksanakan revitalisasi,” ucapnya.

Menurut Kadini, program dari pemerintah pusat ini sangat membantu daerah, mengingat keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan sekolah secara menyeluruh.

“Jadi ini sangat terbantu sekali kami di sekolah-sekolah, karena Pemerintah Daerah sendiri belum sepenuhnya mampu untuk melaksanakan rehab-rehab di sekolah. Tapi ini dari Pemerintah Pusat, yang alhamdulillah sudah banyak membantu kami di daerah,” jelas dia.

Untuk tahun ini, pihaknya mengajukan sebanyak 34 SD yang membutuhkan berbagai perbaikan, mulai dari ruang kelas, pembangunan ruang baru, hingga fasilitas penunjang lainnya.

“Pengajuannya untuk SD sebanyak 34 sekolah. Jadi ada perbaikan ruang kelas, ada ruang kelas baru, ada ruang perpustakaan, toilet, ruang UKS. Hampir semua sekolah mengajukan sesuai dengan Dapodik,” katanya.

Kadini menegaskan bahwa Data Pokok Pendidikan (Dapodik) menjadi acuan utama dalam proses pengajuan bantuan. 

Sekolah yang tidak memperbarui data berpotensi tidak mendapatkan bantuan.

“Kalau tidak terdaftar dalam Dapodik, mungkin tidak akan mendapatkan rehab. Jadi sekolah itu harus aktif mengisi Dapodik tentang sarana prasarana yang ada di sekolah,” ujarnya.

Baca juga: Bojan Hodak Sebut Dewa United Salah Satu Tim Terbaik, Rikerink Banggakan Kemenangan Atas Borneo

Selain itu, proses revitalisasi juga menghadapi kendala pada sekolah yang berstatus cagar budaya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved