Minggu, 3 Mei 2026

Mengintip Potensi Wisata Heritage di Balik Cerobong Asap Pabrik Gula Cirebon

Di tengah hiruk-pikuk modernisasi yang perlahan mengikis jejak-jejak masa lalu, tiga pabrik gula bersejarah di wilayah Cirebon Timur.

Tayang:
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Januar Pribadi Hamel
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Potret PG Sindanglaut dan kala PJ Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya meninjau langsung pabrik guna mengupayakan pabrik tersebut menjadi destinasi wisata heritage ke depan. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto 

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Di tengah hiruk-pikuk modernisasi yang perlahan mengikis jejak-jejak masa lalu, tiga pabrik gula bersejarah di wilayah Cirebon Timur kini diajukan untuk menjadi destinasi wisata heritage.

Ketiga pabrik itu, yakni PG Tersana Baru di Jalan Gebang-Ciledug, Kecamatan Babakan; PG Karang Suwung di Kecamatan Karangsembung; dan PG Sindanglaut di Desa Cipeujeuh Wetan, Kecamatan Lemahabang.

Ketiga pabrik tersebut bukan hanya sekadar tempat pengolahan tebu menjadi gula.

Mereka adalah saksi bisu perjalanan waktu, dari masa kolonial hingga kini, menyimpan cerita yang tertanam dalam besi tua, cerobong asap yang tinggi menjulang dan lantai pabrik yang telah diinjak oleh generasi demi generasi pekerja.

Gagasan ini pertama kali mencuat ketika Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, mengunjungi ketiga pabrik tersebut dalam rangkaian perjalanan dinasnya. 

Berdiri di tengah megahnya mesin-mesin raksasa yang telah berusia hampir seabad, ia berbicara tentang potensi besar yang terpendam di balik tembok-tembok yang diam itu.

Baca juga: Melestarikan Bangunan Bersejarah, Laswi Heritage siap Menjadi Venue Bandung City Run

“Pabrik-pabrik ini bukan hanya alat produksi."

“Melainkan juga warisan sejarah yang perlu kita jaga."

"Dengan sentuhan yang tepat, mereka bisa menjadi ruang edukasi dan destinasi wisata yang menghubungkan kita dengan masa lalu, sambil menciptakan peluang ekonomi di masa depan," ujar Wahyu dengan mata yang berbinar

Namun, seperti setiap perubahan besar, rencana ini tidak datang tanpa tantangan.

Hadi (44), seorang warga Desa Cipeujeuh Wetan, menyambut ide tersebut dengan penuh harapan.

Baginya, pabrik gula yang telah berdiri sejak zaman kakek-neneknya itu adalah bagian dari identitas desa.

“Kalau ini jadi objek wisata, anak-anak muda bisa belajar sejarah."

Baca juga: Swiss-Belresort Dago Heritage dan Zest Sukajadi Bandung Tanam Seratus Pohon di Tahura

“Ini juga bisa jadi pemasukan buat desa," ucapnya sambil menatap pabrik yang dulu kerap ia lewati saat kecil.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved