Jumat, 17 April 2026

Walau Terpencil, Platform Pembelajaran Pijar Sekolah Tingkatkan Efektivitas Pengajaran

Akses terpencil dengan sarana prasana terbatas bisa disiasati dengan kehadiran aplikasi pendidikan daring Pijar Sekolah dari PT Telkom. 

Editor: Siti Fatimah
istimewa
Akses terpencil dengan sarana prasana terbatas bisa disiasati dengan kehadiran aplikasi pendidikan daring Pijar Sekolah dari PT Telkom.  

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Akses terpencil dengan sarana prasana terbatas bisa disiasati dengan kehadiran aplikasi pendidikan daring Pijar Sekolah dari PT Telkom

Hal tersebut disampaikan Roni Hariyanto Bhidju, S.Pd, salah seorang guru di SDN Fatubai, Desa Oehalo, Kecamatan Insana Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur. 

Roni mengajar di pedalaman yang jauh dari kota dengan infrastruktur terbatas. Keinginannya yang kuat untuk mencerdaskan siswa-siswa yang diajarnya, mendorongnya mencari solusi digital yang mampu membantunya mengatasi berbagai tantangan proses mengajar.

Memanfaatkan Pijar Sekolah, dia berhasil membawa meningkatkan kompetensinya sebagai guru.

Baca juga: Pijar Sekolah Hadirkan Buku Digital Gratis Berkualitas

“Saya melihat kehidupan masyarakat di sini cukup prihatin, karena kalau kita lihat data siswa, status pendidikan orang tua mayoritas tamat SD, dan pekerjaan mereka bertani dan kuli bangunan. Dulu, waktu saya ditanya kepala sekolah apa tujuan utama memilih SDN Fatubai? Alasannya, karena saat saya tanya orang-orang, banyak sekali yang tidak tahu keberadaan sekolah ini dan saya ingin mempublikasi SDN Fatubai lewat dua cara. Pertama peningkatan kompetensi guru, dan kedua peningkatan kompetensi belajar siswa,” ungkap dia dalam keterangan pers, Jumat (6/12/2024).

Dia menuturkan, platform Pijar Sekolah sangat membantu guru melengkapi administrasi sekolah.

Dalam Pijar Sekolah tersedia sumber belajar dan sumber bacaan bagi siswa.

Bagi Roni, Pijar Sekolah juga menjadi sumber kreativitas guru, karena bisa membuat modul belajar, dan video pembelajaran yang bisa dimanfaatkan peserta didik dalam proses pembelajaran.

Guru yang satu ini sebelumnya pernah mengikuti ajang kompetensi Guru Unggul dan masuk sepuluh besar se-Indonesia.

Pijar Sekolah tidak sekadar membantunya secara daring, bahkan dia berkesempatan mengikuti bootcamp yang diinisiasi Pijar Sekolah tentang bagaimana membuat video pembelajaran dan teknik berbicara depan publik. 

Sebelum menggunakan Pijar Sekolah, di luar dari beban Roni melaksanakan pembelajaran, ia menghabiskan waktu berjam-jam membuat e-learning sendiri.

Setelah menggunakan Pijar Sekolah, ia bisa menghemat lebih banyak waktu karena Pijar Sekolah sudah menyediakan berbagai fitur yang meringankan beban kerja guru. 

“Pijar sudah menyediakan berbagai format sehingga kita tinggal tinggal kita upload saja, seperti contoh tugas misalnya. Jadi, tinggal kita buatkan soalnya saja dan upload ke Pijar Sekolah,” katanya. 

Mengacu Permendikbud Ristek No. 25 Tahun 2024, guru diwajibkan mengajar tatap muka minimal 24 jam per minggu.

Baca juga: Cerita Aiptu Dedi Somantri yang Menggendong Disabilitas Terjebak Banjir di Agrabinta Cianjur

Hal tersebut diluar beban guru lainnya yang diatur UU No. 14 Tahun 2005 pasal 35, yang mencakup merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik, serta melaksanakan tugas tambahan. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved