Atasi 4 Juta Tak Sekolah, UPI dan Kemensos Jajaki Kerja Sama Program Sekolah Rakyat
UPI akan berperan dalam aspek teknis seperti pengembangan kurikulum dan pelatihan guru, sementara Kemensos fokus pada aspek pembiayaan.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Ringkasan Berita:
- Kementerian Sosial (Kemensos) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjajaki kerja sama pengembangan program Sekolah Rakyat untuk mengatasi persoalan empat juta anak Indonesia yang belum mengenyam pendidikan.
- UPI akan berperan dalam aspek teknis seperti pengembangan kurikulum dan pelatihan guru, sementara Kemensos fokus pada aspek pembiayaan dan target jangkauan.
- Kolaborasi ini bertujuan memutus rantai kemiskinan sesuai visi pemerintahan Prabowo Subianto.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sekitar empat juta anak di Indonesia masih berada di luar sistem pendidikan. Angka itu menjadi titik berangkat pertemuan antara Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia yang mulai menjajaki kerja sama pengembangan program Sekolah Rakyat.
Pertemuan yang digelar di Gedung Rektorat UPI, Bandung, Jumat (20/4/2026) itu bukan sekadar audiensi formal.
Di dalamnya, kedua pihak membahas satu persoalan, bagaimana membawa anak-anak yang terlewat dari bangku sekolah kembali mendapatkan akses pendidikan yang layak.
Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico menyebut kondisi tersebut sebagai tantangan besar yang tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah.
“Masih ada sekitar empat juta anak yang belum mendapatkan akses pendidikan. Ini menjadi perhatian serius karena pendidikan sangat menentukan mobilitas sosial dan mengurangi kesenjangan,” ujar Robben.
Melalui program Sekolah Rakyat, yang dirancang berbasis boarding school, pemerintah mencoba menawarkan pendekatan berbeda, tidak hanya mengajar, tetapi juga membentuk karakter dan menyiapkan kualitas sumber daya manusia secara utuh.
Kemensos melihat UPI sebagai mitra strategis, terutama karena rekam jejaknya di bidang pendidikan.
Robben Rico menilai banyak lulusan UPI yang saat ini terlibat di Sekolah Rakyat menunjukkan kinerja di atas rata-rata.
Ia juga mengaitkan program ini dengan visi besar pemerintahan Prabowo Subianto yang menempatkan pendidikan sebagai kunci memutus rantai kemiskinan.
“Tujuan akhirnya adalah memberikan dampak nyata, yaitu memutus rantai kemiskinan di masing-masing keluarga,” kata Robben.
Di sisi lain, UPI melihat peluang untuk terlibat langsung dalam persoalan nyata di lapangan.
Sementara itu Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan UPI, Agus Setiabudi mengatakan kerja sama ini seperti “gayung bersambut”.
“Ini bisa dikatakan sebagai gayung bersambut. Kita sedang mencari masalah nyata di dunia pendidikan, lalu teman-teman dari Sekolah Rakyat datang membawa persoalan sekaligus kemungkinan solusinya,” kata Agus.
Bagi UPI, kontribusi yang ditawarkan bukan pada pembangunan fisik sekolah, melainkan pada aspek yang kerap luput terlihat, kurikulum, kualitas guru, hingga konsep penyelenggaraan pendidikan.
| UKT Dibagi 8 Kelompok, Unpad dan UPI Pastikan Penentuan dari Penghasilan dan Tanggungan Keluarga |
|
|---|
| Dalam Semangat Hardiknas, Siswa di Jabar Dapat Fasilitas Belajar dan Pelatihan Karakter |
|
|---|
| Kanwil Kemenkum Jabar pra-harmonisasi 3 raperda Majalengka, termasuk bantuan pendidikan |
|
|---|
| Jateng Panen Penghargaan Pendidikan 2026, Buah Kerja Keras Sepanjang 2025 |
|
|---|
| 5.576 Pendaftar Diterima Jadi Mahasiswa UPI Jalur SNBT 2026, Psikologi Paling Diminati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Sekolah-Rakyat-di-Kabupaten-Bandung-Rabu-1102025.jpg)