Pilwalkot Cirebon 2024
Tradisi atau Modernisasi? Tinta Kunyit Tetap Hadir di Pilwalkot Cirebon
Tinta kunyit menjawab kekhawatiran di kalangan pemilih bahwa tinta biasa dapat membatalkan wudhu.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Tradisi penggunaan tinta kunyit sebagai penanda pemilih yang telah menggunakan hak suaranya masih tetap dilestarikan dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Cirebon kali ini.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cirebon, Mardeko menegaskan, bahwa meski penggunaan tinta biasa sudah disosialisasikan, pihaknya tetap menyediakan tinta kunyit di beberapa TPS sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal.
"Kalau penggunaan tinta kunyit di Pilwalkot masih ada, karena pada dasarnya kita juga sudah melakukan pendekatan juga kemarin ke sana bertemu pihak pesantren."
"Nah positifnya, mereka sudah menerima loh untuk menggunakan tinta yang biasa, namun demi kearifan lokal mereka yang sudah lama terjalin, kita tetap sediakan kunyit di sana," ujar Mardeko saat diwawancarai di Cirebon, Selasa (26/11/2024).
Menurut Mardeko, penggunaan tinta kunyit di beberapa TPS di Kelurahan Benda Kerep, khususnya di lingkungan pesantren, berkaitan dengan keyakinan agama.
Ada kekhawatiran di kalangan pemilih bahwa tinta biasa dapat membatalkan wudhu.
Meski begitu, KPU Kota Cirebon tetap mendorong penggunaan tinta standar yang telah bersertifikat halal dari MUI.
"Dengan harapan, kalau mau pakai tinta kunyit, tetap tinta biasanya digunakan juga. Ada dua TPS di Kelurahan Benda Kerep yang kita sediakan tinta kunyit."
"Mereka menggunakan kunyit terkait dengan keyakinan, bahwa khawatir kalau pakai tinta biasanya tidak sah wudunya," ucapnya.
Penggunaan tinta kunyit dalam pemilu di Cirebon bukanlah hal baru.
Tradisi ini sudah berlangsung selama puluhan tahun di lingkungan masyarakat pesantren, seperti yang terjadi saat Pilpres 2024.
Kampung Benda Kerep, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, menjadi salah satu wilayah yang tetap mempertahankan tradisi ini.
"Walaupun ada tinta kunyit, kami dorong agar penggunaan tinta biasa digunakan karena tinta biasa juga sudah tersertifikasi halal oleh MUI," jelas dia, menekankan pentingnya mengikuti standar yang berlaku tanpa mengabaikan kearifan lokal.
Di Kota Cirebon, sebanyak 255.779 pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) akan memberikan suara di 194 TPS yang tersebar di lima kecamatan.
Pemilihan Wali Kota Cirebon kali ini akan diikuti oleh tiga pasangan calon, yakni Dani Mardani-Fitria Pamungkaswati (nomor urut 1), Eti Herawati-Suhendrik (nomor urut 2), dan Effendi Edo-Siti Farida (nomor urut 3).
| Rekap Tingkat Kecamatan Pilkada Cirebon Nyaris Tanpa Kendala, Agus Mulyadi Klaim Tak Ada Potensi PSU |
|
|---|
| Effendi Edo Klaim Kemenangan di Pilwakot Cirebon, Sebut Kepercayaan Publik Sudah Pulih |
|
|---|
| KPU Kota Cirebon Klarifikasi Insiden Ketegangan di Debat Kedua Calon Wali Kota: Kartu Bukan APK |
|
|---|
| Program Seragam Gratis Jadi Ungulan Paslon Eti-Suhendrik untuk Gaet Hati Masyarakat Kota Cirebon |
|
|---|
| KPU Cirebon Perpcepat Proses Sortir 524 Ribu Surat Suara, Ditargetkan Rampung Dalam 4 Hari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kunyit-turmeric_20180718_113313.jpg)