Sabtu, 25 April 2026

Berita Viral

Sosok Ibunda Devi, Siswi SD yang Ingin Bawa Pulang Makan Siang Gratis di Palembang, Tangisnya Pecah

Tangis Suryati pecah ketika tahu anaknya membawa pulang makan siang gratis untuk dirinya. Hari itu, Devi langsung mendatangi tempat kerjanya.

Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
TRIBUNSUMSEL.COM/RACHMAD KURNIAWAN/IG Ditresnarkoba Polda Sumsel
Suryati (50) ibu Devi, siswi SDN 166 Palembang yang rela tidak memakan makan siang gratis yang diberikan karena untuk ibunya. 

TRIBUNJABAR.ID - Inilah sosok Suryati (50), ibunda Devi yang belakangan viral karena ingin membawa pulang makan siang gratis di sekolah untuk ibu di rumah.

Beberapa waktu lalu, kisah Devi menjadi sorotan viral di media sosial karena menggugah simpati para warganet.

Devi sendiri adalah siswi SDN 166 Palembang, Sumatra Selatan.

Dalam video yang beredar, Devi tidak menyentuh makan siang gratis di atas mejanya karena ingin membawanya pulang untuk sang ibunda di rumah.

Devi pun sempat menyebut bahwa ibunya, Suryati, adalah seorang pekerja rumah tangga (PRT), sementara ayahnya telah meninggal dunia.

Lantas, seperti apa sosok ibunda Devi?

Dilansir dari TribunSumsel, Suryati merupakan ibu tiga anak sekaligus nenek satu cucu.

Ia tinggal di sebuah kontrakan di Jalan Balayudha Dalam, Kelurahan Ario Kemuning, Kecamatan Kemuning, Kota Palembang, Sumatra Selatan.

Devi, Sekolah Dasar Negeri 166 Palembang yang enggan makan siang gratis di sekolah. Ia memilih membawa makanan itu pulang ke rumah dan menyantapnya bersama sang ibu.
Devi, Sekolah Dasar Negeri 166 Palembang yang enggan makan siang gratis di sekolah. Ia memilih membawa makanan itu pulang ke rumah dan menyantapnya bersama sang ibu. (Tangkapan Layar Instagram @polisi_sumsel)

Baca juga: Kisah Devi, Siswi SD di Palembang Tak Mau Santap Makan Siang Gratis, Ingin Bawa Pulang untuk Mama

Suami Suryati sekaligus ayah Devi telah meninggal dunia pada Juni 2023 lalu.

Setelah suaminya meninggal dunia, Suryati pun banting tulang bekerja sebagai PRT dengan upah Rp700.000 per bulan.

Penghasilannya dari menjadi PRT itu ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kontrakan yang kini ia tempati bersama Devi itu disewa oleh anak sulungnya yang telah berkeluarga.

"Di kontrakan ini kami tinggal berenam karena ada menantu dan cucu," ujar Suryati.

"Dulu sewaktu almarhum suami masih ada, kami ngontrak di tempat lain. Setelah suami meninggal jadi gabung sama anak yang pertama, sudah hampir 8 bulan," tuturnya.

Suryati pun kerap mengajarkan anak-anaknya untuk hidup sederhana dan tidak iri melihat kondisi orang lain yang berbeda dengannya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved