Apple Buka Pabrik di Bandung: Baru Langkah Awal
Hematnya, industri lokal dapat mendapatkan keuntungan dari keterlibatan langsung dalam rantai pasokan Apple
Penulis: Nappisah | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Apple berencana membuka pabrik komponen di Bandung dengan investasi sekitar Rp 157,5 miliar.
Dosen Prodi Manajemen Fakutas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia Heny Hendrayati menilai langkah ini menjadistrategi penting bagi perusahaan teknologi global untuk memenuhi syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), yang menjadi regulasi penting bagi produkelektronik di Indonesia.
“Dampak terhadap Industri Teknologi Lokal Kehadiran pabrik Apple di Bandung bisa membawa dampak signifikan bagi industri teknologi lokal. Salah satu dampaknya adalah transfer teknologi yang memungkinkan perusahaan-perusahaan lokal untuk mempelajari praktik-praktik produksidan standar kualitas tinggi yang diterapkan oleh Apple,” jelasnya, kepada Tribunjabar.id, Minggu (10/11/2024).
Hematnya, industri lokal dapat mendapatkan keuntungan dari keterlibatan langsung dalam rantai pasokan Apple, baik dalam penyediaan komponen maupun dalam proses manufaktur yang lebih efisien.
“Hal ini tentu akan mendorong pengembangan industrimanufaktur dalam negeri untuk memproduksi komponendengan standar internasional,” tuturnya.
Selain itu, pabrik ini berpotensi meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, khususnya di sektor teknologi.
Kendati demikian, Heny menyoroti tantangan yang akan dihadapi Apple dalam memenuhi persyaratan TKDN. Meskipun terlihat menjanjikan, rencana Apple untuk membuka pabrik di Bandung tentu tidak tanpa tantangan.
“Salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi adalah memenuhi persyaratan TKDN yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Berdasarkan peraturan terbaru, Apple harus melibatkan sejumlah komponen lokal dalam proses produksi perangkatnya agar dapat dijual di Indonesia tanpapembatasan,” ucapnya.
Untuk memenuhi ketentuan ini, kata Heny, Apple harusbekerja sama dengan pemasok lokal yang mampumenyediakan komponen berkualitas tinggi sesuai denganstandar internasional.
“Proses ini membutuhkan waktu, pelatihan, dan investasi yang tidak sedikit, karena komponenelektronik dengan kualitas tinggi harus diproduksi denganteknologi mutakhir. Selain itu, regulasi TKDN juga dapat menjadi hambatan administrasi,” katanya.
Kemudian, proses verifikasi dan perizinan yang panjangdan rumit dapat menjadi tantangan bagi Apple dalammematuhi ketentuan yang ada.
“Hal ini akan membutuhkanupaya besar dalam menjalin kerja sama dengan pemerintahIndonesia, memastikan bahwa setiap tahapan dalam produksimemenuhi standar yang telah ditetapkan,” imbuhnya.
Baca juga: Pakar Ekonomi UPI Soroti Risiko Investasi Apple di Bandung yang Kecil Dibanding di China dan India
Tantangan lainnya adalah persaingan global. Indonesia bukan satu-satunya negara yang menawarkan insentif bagi perusahaan asing untuk berinvestasi di sektor manufakturelektronik.
“Negara-negara seperti Vietnam dan India juga menawarkan berbagai kemudahan bagi perusahaan teknologiuntuk mendirikan pabrik di sana. Dengan adanya persaingan ini, Apple perlu memastikan bahwa Indonesia menawarkan fasilitas dan infrastruktur yang kompetitif agar tetapmenjadi pilihan utama dibandingkan negara-negara lain yang juga mengincar investasi dari perusahaan besar seperti Apple,” tuturnya.
| Faundaland Tawarkan Konsep Konservasi Urban bagi Pengelolaan Kebun Binatang Bandung |
|
|---|
| Tren Kuliah 2026: Jurusan Bisnis dan Creative Entrepreneurship Paling Diminati di Binus Bandung |
|
|---|
| Nama-nama Pemain Persib Bandung yang Dibawa ke Samarinda untuk Melawan Persija Jakarta |
|
|---|
| Razia Gabungan Lapas Banceuy Bandung: Petugas Sita Gulungan Kabel hingga Ponsel |
|
|---|
| Razia Kamar Lapas Perempuan Bandung, Petugas Sita Speaker, Obeng, hingga Alat Cukur |
|
|---|