Disdikpora Cianjur Pastikan Murid Perempuan yang Digunduli Gurunya Dapatkan Pendampingan dari PPA

Disdikpora Kabupaten Cianjur telah mengambil tindakan terkait kasus murid perempuan yang digunduli gurunya.

Penulis: Fauzi Noviandi | Editor: Kemal Setia Permana
Istimewa
Viral seorang murid perempuan di SDN Babakan, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur digunduli oknum gurunya, Rabu (6/11/2024) 

Laporan Kontributor Tribunjabar Kabupaten Cianjur, Fauzi Noviandi.

TRIBUNJABAR.ID CIANJUR - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur telah mengambil tindakan terkait kasus murid perempuan yang digunduli gurunya mendapatkan pendampingan psikososial dari tim Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Hal tersebut dilakukan untuk memberikan pendampingan psikologis, agar murid perempuan tersebut dapat semangat kembali untuk bersekolah.

Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Cianjur, Aripin, mengungkapkan pihaknya telah berkomunikasi dengan tim PPA untuk memberikan konseling pasca trauma pada murid perempuan tersebut.

Baca juga: Viral Murid Perempuan di Cikadu Cianjur Digunduli Gurunya, Karena Banyak Kutu

"Kami dari dinas telah berkomunikasi dengan PPA Cianjur, dan kemarin tim berangkat ke lokasi, ke rumah anak itu, untuk memberikan pendampingan psikologis,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (10/11/2024).

Selain itu lanjut dia, upaya tersebut dapat menjaga kondisi pisikis anak, sehingga dapat termotivasi kembali, tidak merasa trauma dan tetap semangat untuk sekolah.

"Pascakejadian itu, jangan sampai anak tersebut putus sekolah dan lain sebagainya, hal itu yang sangat kami tidak harapkan," katanya.

Dia menambahkan, permasalahan antara keluarga murid dan tenaga pendidik tersebut, dapat diselesaikan secara musyarawah kekeluargaan, dan diharapkan menjadi pembelajaran peting bagi guru dan dilingkungan sekolah ketikan menangani peserta didiknya.

"Dari awal kita mendorong agar permasalahan ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan viral seorang murid perempuan di SDN Babakan, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur digunduli oknum gurunya.

Murid perempuan tersebut digunduli oknum guru diduga dengan dalih banyak kuyu rambut di kepala murid tersebut.

Berdasarkan rekaman video yang beredar murid perempuan tersebut tampak murung dan menangis setelah rambut di kepalanya dipelontosi gurunya sendiri, Rabu (6/11/2024).

Baca juga: Mantan Anggota Polisi Viral Setelah Deklarasi Jadi Panglima KKB, Sempat Curi Empat Pucuk Senjata Api

"Astagfirullahalazim, ibu - bapak. Ieu murangkalih teh carita na uih sakola. Uih na teh ceurik, saurna teh ku guru na digundulan sirahna. Ieu teh murangkalih istri, alasan digundulan teh saurna seur kutu. (Astafirullahaladzim, ibu bapa ini anak ceritanya baru pulang sekolah dan menangis, katanya di gunduli oleh gurunya. Ini anak perempuan, alasan digundul karena banyak kutu rambut dikepalnya)," ucap seorang keluarga korban dalam rekaman video berdurasi 1 menit 06 detik.

"Cik atuh ibu - bapak guru nu ku simkuring pikahormat, na teu aya cara nu sanes, selain di gundulan ieu. Abdi selaku wargi na ngarasa teu raos, teu raos pisan sapertos ningal murangkali sapertos kieu pertanggungjawaban na. Ayena murngkalih anjeunna jadi alimeun sakola dei, bade dialihkeun oge alimeun sakolah, kumaha bapa ibu guru tos kieu abdi mah ningal na ge nyeri hate. 

(Cobalah ibu bapak guru yang saya hormati, apa tidak ada cara lain, selain digunduli. Saya selaku saudaranya merasa tidak menerima melihat anak dengan kondisi seperti ini, bagaimana pertanggungjawabanya. Sekarang anaknya sudah tak mau sekolah, mau dipindahkan sekolah juga tidak mau, saya sangat sakit hati liat anak kondisinya seperti ini)," ucap saudaranya.

Kabid SD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur membenarkan anak perempuan tersebut merupakan murid yang tercatat di SDN Babakan, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikadu.

Baca juga: Terkuak, 3 Pernyataan Bupati Konsel Ini Bikin Guru Supriyani Cabut Kesepakatan Damai dengan Aipda WH

"Informasi sementara kejadian murid perempuan yang digunduli itu pada Selasa (6/11/2024) kemarin. Saya sedang perintahkan kordik pengawas, Kepala Sekolah dan guru untuk datang kerumah murid tersebut untuk meminta maaf," ucapnya saat dihubungi wartawan, Rabu (6/11/2024).

Adanya kejadian tersebut lanjut dia, pihaknya nanti akan secara utuh memberikan keterangan lebih detail setelah ada informai dari kordik, pengawas yang mendatangi rumah murid tersebut,

"Alasan dari gurunya, kondisi rambut anak tersebut memang kurang terurus, gimbal, dan banyak kutu. Mungkin karena kurang terurus orang tuanya, dan infomasi ibu murid itu ada di luar kota," katanya.

Arifin menambahkan, mungkin niat dari guru tersebut memang baik, namun caranya yang salah. (*) 

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved