TRIBUNJABAR.ID - Calon Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 4, Yena Iskandar Masoem bersama pasangannya di Pilwalkot Bandung 2024, Arfi Rafnialdi siap mempermudah izin usaha untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya di Kota Bandung.
Hal itu terungkap dalam pertemuan Arfi-Yena dengan para pelaku usaha pariwisata di Bandung belum lama ini. Masalah sulitnya mendapatkan izin usaha sempat menjadi sorotan.
Permudah Izin Usaha, Yena Masoem: Lapangan Kerja Semakin Terbuka Luas
Yena mengungkapkan, kemudahan perizinan usaha akan menjadi salah satu prioritasnya jika terpilih menjadi Wakil Wali Kota Bandung.
“Sebagai pengusaha, saya merasakan jika izin saja sulit, itu akan merugikan pengusaha. Jadi, bagaimana para pengusaha ini bisa membuka lapangan kerja?” ujar Yena.
Yena mengungkapkan, izin usaha yang lebih mudah akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas, sehingga masyarakat bisa lebih sejahtera.
Dia juga menyoroti keluhan para pelaku usaha yang merasa proses birokrasi kerap menghambat pengembangan bisnis mereka.
Menurut dia, pemerintah daerah perlu mengadopsi sistem perizinan yang lebih efisien dan transparan agar para pengusaha, termasuk pelaku usaha kecil dan menengah, dapat berkembang dengan lebih cepat.
“Kita akan memprioritaskan kebijakan yang mempermudah para pelaku usaha untuk mengurus izin, tanpa harus melalui proses panjang dan berbelit-belit,” ujar Yena.
Dia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Dengan mempermudah perizinan dan membuka kesempatan usaha, saya yakin lapangan kerja akan semakin terbuka lebar dan masyarakat Bandung bisa lebih sejahtera,” katanya.
Sementara itu, Arfi Rafnialdi menambahkan bahwa proses perizinan yang mudah tak hanya membantu para pengusaha, tetapi juga dampaknya bisa dirasakan masyarakat luas. “Dengan akses perizinan yang mudah, peluang untuk berkembang akan semakin besar,” katanya.
Dalam pertemuan itu, para pelaku usaha pariwisata juga menyampaikan harapan agar pemerintah kota lebih aktif memfasilitasi promosi dan pengembangan sektor pariwisata.
Arfi-Yena sepakat bahwa pengembangan pariwisata yang terintegrasi, melibatkan kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas lokal, akan menjadi salah satu pilar kebijakan mereka.*