Senin, 4 Mei 2026

Pilkada Bandung Barat

Tensi Debat Pilkada Bandung Barat Dinilai Belum Terasa, Public Speaking Jadi Sorotan

Tensi debat perdana Pilkada Bandung Barat dinilai belum terasa. Lima Paslon dinilai belum menyuguhkan adu ide dan gagasan.

Tayang:
Penulis: Rahmat Kurniawan | Editor: Giri
Tribun Jabar/Rahmat Kurniawan
Debat publik jelang Pilkada Bandung Barat 2024 yang dilaksanakan di Hotel Novena, Lembang, Bandung Barat, Selasa (29/10/2024).   

Laporan kontributor Tribunjabar.id, Rahmat Kurniawan

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Tensi debat perdana Pilkada Bandung Barat dinilai belum terasa. Lima Paslon dinilai belum menyuguhkan adu ide dan gagasan sehingga substansi debat tidak optimal.

Jelang Pilkada Bandung Barat 2024, debat perdana dilaksanakan di Hotel Novena, Lembang, Bandung Barat, Selasa (29/10/2024).  

"Tensi debatnya belum terasa, debat itu menarik saat semua adu ide, adu gagasan. Itu belum terlalu terlihat," kata pengamat politik Unjani, Arlan Siddha, saat dihubungi, Selasa (29/10/2024)

Arlan mengungkapkan, semua palson telah memiliki program-program pembangunan strategis untuk Bandung Barat yang telah dikonsep dalam sebuah visi dan misi. Saat debat, lanjut Arlan, masing-masing paslon seharusnya mampu meramu narasi secara ringkas dan dapat dipahami oleh publik.

"Tapi seni berdebat ini kan memanfaatkan waktu yang singkat sehingga mereka harus menjelaskan secara to the point," ujarnya.

Baca juga: Ditanya soal Meritokrasi, Jawaban Jeje Dinilai Tak Nyambung Saat Debat Pilkada Bandung Barat

Seiring dengan itu, Arlan juga menyoroti adanya salah satu paslon yang melontarkan jawaban kepada panelis dengan membaca teks pada kertas. Hal yang seharusnya dihindari oleh setiap paslon dalam debat.

Pengamat politik dan pemerintahan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi, Arlan Siddha.
Pengamat politik dan pemerintahan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi, Arlan Siddha. (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

"Tadi ada paslon nomor 2 terlihat terlalu banyak membaca sehingga banyak hal yang tidak bisa diimprovisasi. Sebenarnya pertanyaan yang dibuat oleh panelis bisa dijawab secara spontan dibandingkan dia harus membaca," ucapnya.

Dia pun menyoroti soal public speaking.

"Meskipun tadi Gilang Dirga terlihat menguasai public speaking, memiliki keyakinan, intonasi yang bagus," ucap Arlan.

Baca juga: Besok Debat Publik Pilkada Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna-Ali Syakieb Lakukan Persiapan Ini

Meski begitu, Arlan menilai hal-hal tersebut masih bisa dimaklumi karena merupakan debat perdana sehingga setiap paslon akan sangat berhati-hati khususnya dalam melontarkan pernyataan.

"Ini debat, semua paslon harus berani all out, dan mereka harus mampu menjelaskan program yang akan dikerjakan. Memang, debat tadi belum bisa memperlihatkan atau mempertontonkan adu gagasan atau adu ide yang bisa mencerahkan masyarakat," ucapnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved