Berita Viral
''Diminta Mengaku Saja,'' Ketika Guru Supriyani Dipaksa Akui Pukul Anak Polisi, Ini Keanehan Lain
Kuasa hukum menyebut, pernyataan orang tua siswa yang menuduh Supriyani berbanding terbalik dengan tuduhan yang dilontarkan
TRIBUNJABAR.ID - Kasus dugaan kekerasan yang dituduhkan pada guru honorer Supriyani menarik perhatian banyak pihak hingga viral di media sosial.
Kini, kejanggalan pada kasus tersebut pun satu persatu mulai dikuak.
Kuasa hukum Guru Supriyani mengungkap kejanggalan pada kasus yang menimpa kliennya.
Salah satu kejanggalan adalah pernyataan orang tua mengenai kasus tersebut.
Kuasa hukum menyebut, pernyataan orang tua siswa yang menuduh Supriyani berbanding terbalik dengan tuduhan yang dilontarkan.
Luka bocah yang jadi murid Supriyani pun menjadi bukti.
Baca juga: Anggota DPR Minta Polisi Dalami Dugaan Uang Damai Rp 50 Juta pada Guru Supriyani
Kasus ini menjadi sorotan publik lantaran sang guru ditahan meski mengaku tak pernah melakukan kekerasan.
Supriyani merupakan guru honorer di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Supriyani ditahan setelah dituduh melakukan penganiayaan terhadap anak polisi.
Namun, kasus tersebut memiliki sejumlah kejanggalan.
Hal tersebut terungkap lewat waktu peristiwa di mana, menurut dakwaan, penganiayaan terjadi pada pukul 10.00 WITA.
Padahal saat itu, kedua saksi yang merupakan rekan Supriyani yang sesama guru, pada jam tersebut, seluruh siswa sudah pulang.
“Jadi ini menjadi aneh kemudian tadi kan kita sudah wawancarai kita tanya ibu Lilis kemudian ibu Siti Aisyah kita tanya teman-teman gurunya karena konstruksinya kan begini jam 10 itu ibu Lilis keluar dari kantor sekolah,” ujar Andri Darmawan, kuasa hukum Supriyani dilansir dari Tribun Sultra.
"Saya tanya ke Ibu Lilis bagaimana kondisi di kelas satu dia bilang dia dari jam 8, jam 9 dia keluar dia cuman pergi tanda tangan jaraknya 10 meter itu tidak cukup berapa menit dia kembali lagi sampai pulang karena sampai jam 10 itu kebiasaan di sekolah jam 10 anak kelas satu langsung disuruh pulang, nah setelah jam 10 ibu guru membersihkan mengatur meja sehingga ini yang menjadi kejanggalan kita ada apa sebenarnya karena menurut ibu Lilis jam 10 sudah tidak ada anak-anak,” sambung Andri.
Tak hanya itu saja, Kanit Intel Polsek Baito, Aipda Wibowo Hasyim, ayah korban menyebut jika anaknya mengalami luka melepuh.
| Viral Video Siswa SD di Cianjur Bertaruh Nyawa Berseluncur di Jembatan Rusak |
|
|---|
| Viral Detik-detik Imam Masjid di Depok Meninggal Dunia Ambruk saat Sujud Terakhir Salat Subuh |
|
|---|
| Viral Tangis Perpisahan Siswa SMPN 1 Tanjungsari Sumedang Putus Sekolah Demi Bantu Keluarga |
|
|---|
| Viral, Pengantin di Bojongsoang Tumpangi Perahu Karet Terjang Banjir Menuju Pelaminan |
|
|---|
| Permintaan Maaf Pelajar SMAN 1 Purwakarta yang Viral Ejek Guru, Kini Terancam Kena Sanksi Sosial |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Aipda-Wibowo-Hasyim-yang-melaporkan-guru-honorer-Supriyani.jpg)