Sosok Abdul Mu'ti Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Kabinet Merah Putih, Tokoh Muhammadiyah
Inilah sosok Abdul Mu'ti, Sekretaris PP Muhammadiyah yang menjadi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Kabinet Merah Putih.
Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Kemudian, Abdul Mu'ti melanjutkan pendidikannya ke School of Education, Flinders University of South Australia pada 1997.
Dia juga mengikuti Short Course on Governance and Shariah di University of Birmingham tahun 2005.
Abdul Mu'ti juga berkuliah di Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah pada 2008.
Kemudian, Abdul Mu'ti dikukuhkan sebagai Guru BEsar Bidang Pendidikan Agama Islam di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Dia pun menjadi pengajar di kampus tersebut.
Abdul Mu'ti terkenal mendalami soal pluralisme dan berbagai keilmuan mengenai Islam terkini.
Misalnya pada penelitian atau riset yang ditemukan di Google Scholar, banyak kajian mengenai konvergensi Muslim dan Kristen dalam pendidikan, kekerasan seksual di pesantren, pluralisme dalam pendidikan Muhammadiyah, yang pernah ia bahas.
Baca juga: Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Diisi 5 Perempuan, 1 Wajah Lama yang Tak Tergoyahkan
Karena itu, di kancah internasional ia menjadi bagian dari anggota Dewan Indonesia dan Amerika Serikat pada Agama dan Pluralisme, dan masyarakat eksekutif Konferensi Asia Agama untuk Perdamaian.
Nama Abdul Mu'ti juga pernah masuk ke dalam 200 daftar mubalig "Mubalig Indonesia" yang direkomendasikan Kementerian Agama pada 2018.
Pada 2020, Abdul Mu'ti pernah menolak jabatan sebagai wakil menteri pendidikan dan kebudayaan dalam Kabinet Indonesia Maju di bawah pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.
Baca berita Tribunjabar.id lainnya id Google News.
| Kepastian Gaji Guru Non-ASN di Jabar: SE Mendikdasmen Jadi Solusi, Pemda Tak Lagi Ragu Soal Anggaran |
|
|---|
| Farhan Pasang Badan! Cegah PHK Massal 3.144 Guru Honorer Bandung Akibat Aturan Baru Mendikdasmen |
|
|---|
| Nasib 200 Ribu Guru Honorer Terancam! Larangan Mengajar Mulai 2027 Jadi Pedang Bermata Dua |
|
|---|
| Nasib 'Mengambang' Guru Honorer di Ujung Tahun 2026, Tunggu Kejelasan dari Pemerintah Pusat |
|
|---|
| Jasa Guru Honorer Terancam 'Diputus' Tahun Depan, Pengamat Ingatkan Risiko Kurang Tenaga Pengajar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Abdul-Muti-Rabu-632024.jpg)