Rabu, 29 April 2026

Nelayan Terjebak di Dermaga Sukabumi

BREAKING NEWS: Nelayan Hilang Digulung Ombak di Dermaga Pasir Besi Sukabumi Ditemukan

Korban langsung dievakuasi ke rumah duka di Kampung Babakan Panjang, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud.

Tayang: | Diperbarui:
Dok Basarnas
Tim SAR gabungan mengevakuasi seorang nelayan di Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Kamis (17/10/2024). Korban bernama Rahmat tewas setelah digulung ombak saat berada di area jembatan dermaga eks tambang pasir besi. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Tim SAR telah menemukan satu nelayan korban hilang yang digulung ombak di jembatan eks tambang pasir besi milik PT Sumber Baja Prima (SBP) di Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (17/10/2024) siang.

Dalam keterangannya, Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengatakan korban hilang yang ditemukan adalah Rahmat (51 tahun). Korban ditemukan pada jarak sekitar 14 kilo meter dari lokasi kejadian.

"Tm SAR gabungan mengevakuasi korban dengan kondisi terlentang di pinggir pantai, dengan jarak penemuan kurang lebih 14 KM," ujar Desiana.

Korban sendiri ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Baca juga: BREAKING NEWS: 71 Nelayan Terjebak di Dermaga Bekas Tambang Pasir Besi Sukabumi, 3 Hilang

Korban langsung dievakuasi ke rumah duka di Kampung Babakan Panjang, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud.

Diketahui, selain tiga orang hilang digulung ombak, dalam peristiwa yang terjadi sekira pukul 06.00 WIB, Rabu (16/10/2024) itu juga menyebabkan 71 orang terjebak di ujung jembatan, jembatan terputus akibat dihantam gelombang tinggi.

Tim SAR gabungan mengevakuasi seorang nelayan di Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi.
Tim SAR gabungan mengevakuasi seorang nelayan di Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Kamis (17/10/2024). Korban bernama Rahmat tewas setelah digulung ombak saat berada di area jembatan dermaga eks tambang pasir besi. (Dok Basarnas)

Desiana Kartika Bahari, mengatakan, hari ini proses evakuasi ke-71 nelayan mulai dilakukan. Saat berita ini ditulis, dua nelayan di antaranya sudah berhasil dievakuasi menggunakan helikopter oleh Basarnas siang ini.

Dua nelayan itu adalah Maman (60 tahun) dan Dede Amung (37 tahun).

Baca juga: Sebelum Mulai Evakuasi Nelayan, Basarnas Kirim Dulu Logistik Pakai Helikopter

Mereka dibawa ke darat melalui landasan udara Satrad TNI AU Cibalimbing, sampai di darat mereka langsung diperiksa oleh tim medis.

"Dua orang yang dievakuasi tadi mengalami kelelahan, namun dalam keadaan sehat, sementara dalam penanganan medis oleh petugas medis yang ada di Satradar 216," ujar Desiana.

Sebelumnya, Basarnas menurunkan seorang rescuer dari helikopter untuk mengirimkan logistik kepada 71 nelayan yang terjebak itu.

Rescuer juga memastikan kondisi para nelayan dan kondisi di tempat kejadian untuk proses evakuasi para nelayan tersebut. (*)

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved