10 Tahun Pemerintahan Jokowi
Usup Supriatna Yakin Hilirisasi Rumput Laut Bisa Bawa Maritim Indonesia Maju
Usup seorang petani rumput laut yakin maritim di Indonesia akan kembali di mulai melalui program hilirisasi i
Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Siti Fatimah
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Karawang, Cikwan Suwandi
TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG - Usup Supriatna (52) matanya berbinar-binar. Semangatnya meluap-luap lewat perkataannya. Dia sangat yakin, kejayaan maritim di Indonesia akan kembali di mulai melalui program hilirisasi yang tengah dilakukan oleh pemerintah.
Usup seorang petani rumput laut di Desa Pisang Sambo, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang yang juga sekaligus menjabat sebagai Ketua Koperasi Mina Agar Makmur yang menaungi petani rumput laut.
Dia sudah menjadi petani rumput laut sejak Tahun 2006. Hal itu bermula dari perkawananya dengan seorang pengusaha asal Taiwan. Saat itu, dia diminta untuk mengembangkan pertanian rumput laut.
"Namun sayangnya, saat mau panen. Teman saya itu sakit dan dia tidak bisa ke Indonesia dan meminta saya untuk terus mengembangkan rumput laut. Dia bilang jangan menyerah, saya yakin ke depan akan banyak yang mencari rumput laut. Padahal dia yang modalin saat itu," kata Usup di pabriknya, Minggu (13/10/2023).
Saat panen dia mengaku sempat bingung menjualnya. Namun, tak disengaja kemudian ada perusahaan di Tangerang yang mencarinya untuk melakukan suplai rumput laut ke pabriknya. " Saya langsung diminta sampel. Saya kirim rumput laut kering dan cocok. 15 hektar saya panen dan kurang lebih 16 ton saya dapatkan dengan harga Rp3000 perkilonya saat itu,"kata dia.
Tak puas sampai di situ, dia berdiskusi dan mendapatkan arahan untuk membuat produk rumput laut Agar Strip. Dia pun kemudian berkomunikasi dengan balai Kementrian Kelautan dan Perikanan. Di sana dia mendapatkan ilmu dan teknologi untuk membuat agar strip.
"Ternyata saat itu, jualnya itu tidak semudah membuatnya. Ketika saya ikut bazar pun ternyata banyaknya yang tanya dibandingkan yang beli," kata dia.
Tak mau menyerah di sana, Usup terus berpikir untuk membuat sebuah inovasi produk lain. Malam itu, dia mengaku lapar. Dia mencari mie instan untuk menemaninya nonton pertandingan sepakbola di televisi.
Ketika membuka lemari pendingin. Usup melihat ada produk agar strip dan mie instan. Kemudian sebuah ide pun muncul dipikirannya. "Saya langsung coba, agar strip saya campur dengan bumbu mie instan, ternyata enak. Kemudian saya bangunkan anak saya, untuk juga mencicipi. Dia pun suka,"kata dia.
Usup pun kemudian membuat racikan mie agar laut, yang kemudian dia uji coba ke tetangga dan keluarganya. Tanggapan positif pun didapatkan dia. "Di situ lah awal mulanya produk Mie krystal Agar.
"Perbulan untuk agar strip sekitar 30 sampai 50 pak perbulannya. Kalau untuk mie, kita bisa jual dari 6000 pcs. Untuk yang sudah rutinnya itu 5500 pcs," kata dia.
Tak mau berhenti disitu, Usup pun bersama Imam Pudoli (25) mulai mengambangkan biostimulan dari rumput laut. Dia pun dibantu oleh seorang profesor dari BRIN. Produk ini saat ini masih digunakan untuk anggota koperasinya karena belum memiliki izin edar.
"Jadi biostimulan ini kami gunakan untuk perikanan sebagai mikroorganisme pengurai dan itu berhasil, bisa menjernihkan air. Saat ini pun kita tengah uji coba ke pertanian. Kita berikan gratis dan saya harap bisa menjadi pengganti pupuk. Jika ini berhasil, petani diharapkan tidak tergantung subsidi pupuk kimia dan ini bisa mengurangi beban subsidi," kata dia.
Melihat itu, Usup mengaku jika hilirisasi rumput laut bisa sangat memajukan perekonomian pesisir yang selama ini dianggap tertinggal. Dari Aceh hingga ujung laut di Papua rumput laut bisa ditanam. Berbagai produk bisa dikembangkan dari makanan, untuk kertas bahkan untuk bio energi.
10 Tahun Pemerintahan Jokowi
rumput laut
Maritim
Joko Widodo
Jokowi
hilirisasi
Indonesia
Karawang
Tribunjabar.id
petani rumput laut
| Tol Cisumdawu Bikin Alex Gesit Kemudikan Pikap, Permudah Akses Mobilitas |
|
|---|
| Senangnya Petani di Garut Bisa Panen 3 Kali Setahun Berkat Irigasi Leuwigoong yang Dibangun Jokowi |
|
|---|
| Telan Dana Rp 2,65 Triliun, Bendungan Sadawarna Jadi Harapan Baru Petani Indramayu |
|
|---|
| Tingkatkan Perekonomian, Tokoh Masyarakat Handapherang Apresiasi Pembangunan Bendungan Leuwikeris |
|
|---|
| Berkah Ekonomi Jatigede Sumedang, Mengisi Waktu Pensiun dengan Menjadi Nakhoda Perahu Wisata |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/USUP-SUPRIATNA-petani-rumput-laut.jpg)