RS Hermina Hadirkan Sport and Body Performance untuk Umum dan Komunitas
Ini upaya RS Hermina Pasteur yang mulai bergerak ke pencegahan warga masyarakat supaya tak sakit.
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Rumah Sakit Hermina Pasteur mendukung program pemerintah mengenai the sustainable development goals (SDGs) nomor tiga, yakni kesehatan fisik dan kebugaran.
Wakil Direktur Medis RS Hermina Pasteur, dr Astya Kirana Parawitha menjelaskan banyak rumah sakit yang berfokus hanya pada yang sakit. Namun, RS Hermina Pasteur mulai bergerak ke pencegahan supaya tak sakit.
"Kami mempunyai program untuk masyarakat yang sehat atau yang sakit agar lebih bugar. Maka, hari ini kami luncurkan sport and body performance. Jadi, masyarakat yang sekiranya membutuhkan olah raga ada dalam petunjuk dokter di sini ada," katanya, Kamis (10/10/2024) di Pasteur.
Biasanya, lanjut dr Astya, di Gym ada dasar-dasarnya dari personal trainer, sedangkan di RS Hermina ini yang membedakan ada dokter olahraganya dengan harapan programnya bisa lebih sesuai dan bisa diukur pula.
Selain itu, ruangan gymnya untuk mendukung sarana prasarana dari resep yang dikeluarkan dokter olahraga.
"Gym ini untuk umum maupun komunitas bisa, seperti komunitas lari, olahraga rekreasi, basket, voli. Jadi, ini hampir semua kalangan masyarakat bisa yang atlet maupun non atlet," katanya.
Adapun mekanisme bagi yang hendak gym di sana, dr Astya mengatakan bisa langsung datang. Tapi, kalau yang sebelumnya sudah pernah nge-gym baik bisa memakai personal trainer atau tanpa personal trainer.
Namun, jika belum tahu nih membutuhkan atau tidak programnya apa. Dia menyarankan sebaiknya melakukan konsultasi dahulu dengan dokter olahraga di sana untuk program yang cocoknya, sebab setiap orang kebutuhan programnya berbeda.
"Program olahraganya tentu berbeda yang belum tentu harus gym. Mungkin saja zumba, lari, atau jalan. Kami hadirkan fasilitas ini pun lantaran banyak atlet yang cedera karena kami sebelumnya belum memiliki sarana prasarana kami rujuk, sehingga untuk saat ini tak perlu dirujuk."
"Kedua, alhamdulillah rumah sakit kami banyak dipercaya untuk medical check up dari perusahaan-perusahaan dan BUMN. Nah, hasil medical check up itu banyak yang bermasalah, jadi butuh ada perubahan pola makan, hingga butuh ada resep olahraga. Maka, akhirnya tersambung dengan konsultasinya dan programnya dilanjut di sini," katanya.
Dia menegaskan, masyarakat yang datang bisa dari mana saja, semua usia dari anak, remaja, sampai lansia karena ada pengampunya untuk lansia.
"Untuk RS Hermina di kota Bandung, ini yang pertama. Tapi, kalau non kota Bandung sudah ada Jawa Tengah. Di wilayah Jateng itu fokusnya hanya atlet, sedangkan kami lebih luas yakni masyarakat umum," katanya.
Terkait biaya, dr Astya mengatakan untuk konsultasi berbiaya standar sesuai tarif konsultasi dan berharap dapat bersaing dengan rumah sakit lain.
"Tapi, kalau untuk gym Insya Allah kami di bawah harga hotel. Jadi, bisa bersaing hanya bedanya mungkin di sini selain gym ada tarif konsultasi dokter sejak awal, namun untuk gymnya mudah-mudahan bisa sesuai rata-rata hotel bintang 3 atau 4," ujarnya.(*)
| Kecelakaan Maut di Jalur Pasteur Hari Ini: Driver Ojol Tewas Tragis Masuk Kolong Bus Damri |
|
|---|
| Kabar Baik dari Diky Candra, Sudah Boleh Pulang dari RS Besok, Tekanan Darah masih Tinggi |
|
|---|
| Foto Detik-detik Plh Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra Sebelum Masuk RS: Pucat dan Kelelahan |
|
|---|
| Pemprov Jabar Kaji Rencana Pembangunan Underpass di Pasteur, Banjir Masih Jadi Kendala |
|
|---|
| Gagasan Dedi Mulyadi Usulkan Pembangunan Underpass Jalan Pasteur ke Pemkot Bandung Solusi Kemacetan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Rumah-Sakit-Hermina-Pasteur-sediakan-layanan-kesehatan-fisik-dan-kebugaran.jpg)