Dinkes Jabar Waspadai Peningkatan Kasus DBD pada Masa Pancaroba, Imbau Masyarakat Lakukan Hal Ini

Pihak Dinas Kesehatan Provinsi Jabar mewaspadai peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) pada masa peralihan musim atau pancaroba. 

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat, Rochady Hendra Setia Wibawa. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pihak Dinas Kesehatan Provinsi Jabar mewaspadai peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) pada masa peralihan musim atau pancaroba

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jabar, Rochady Hendra Setia Wibawa, mengatakan, peningkatan kasus DBD mudah terjadi pada masa peralihan musim.

"Ini harus kita waspadai dari awal. Sehingga nanti pada saat musim hujan turun, tidak ada lagi tempat-tempat penampungan air yang bisa menjadi tempat siklus dari vektor nyamuk Aedes aegypti (DBD)," ujar Rochady, Selasa (1/10/2024).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, kata dia, kasus DBD di Jabar hingga 30 September 2024 mencapai 50.482, dengan angka kematian sebesar 292 orang.

Menurutnya, menjaga lingkungan tempat tinggal selalu bersih menjadi satu di antara cara yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah penyebaran nyamuk Aedes aegypti.

Baca juga: Kapten Persib Bandung, Kemenkes, Serta Pemprov Jabar dan Takeda Innovative Medicines Ajak Cegah DBD

"Ini harus menjadi perhatian kita semua, karena DBD ini akan meningkat di September, November, Desember, Januari, dan Februari. Tentunya kita harus menyiapkan dengan cara membersihkan di lingkungan sekitar kita, supaya nantinya tidak ada tempat-tempat yang bisa menyebabkan terjadinya pertumbuhan nyamuk Aedes Aegypti," ucapnya.

Pihaknya pun bakal terus berupaya menyosialisasikan gerakan menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk atau 3M plus kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan.

Baca juga: Kasus Demam Berdarah Dengue di Cimahi Kembali Merebak, 6 Orang Meninggal Dunia, Ini Imbauan Dinkes

"Cukup sederhana, sebetulnya, di mana masyarakat harus bisa betul-betul memperhatikan lingkungannya. Kalau di rumah atau lingkungannya memungkinkan adanya tempat pertumbuhan nyamuk, itu harus segera dibersihkan. Jadi, masyarakat dengan kondisi sekarang ini bisa memperhatikan lingkungannya," katanya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved