Kasus Demam Berdarah Dengue di Cimahi Kembali Merebak, 6 Orang Meninggal Dunia, Ini Imbauan Dinkes

Pihaknya juga menyarankan agar masyarakat memelihara ikan cupang, mujair, dan ikan mas di bak penampungan air yang sulit dijangkau.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Hermawan Aksan
TRIBUNJABAR.ID/HILMAN KAMALUDIN
Foto ilustrasi suasana di ruang perawatan anak RSUD Cibabat, Kota Cimahi, yang terkena demam berdarah dengue (DBD), Rabu (20/3/2024). Kasus DBD)di Kota Cimahi kembali merebak dan jumlahnya mengalami peningkatan sepanjang tahun 2024 ini hingga menyebabkan enam orang meninggal dunia. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Cimahi, Jawa Barat, kembali merebak dan jumlahnya mengalami peningkatan sepanjang tahun 2024 ini hingga menyebabkan enam orang meninggal dunia.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Cimahi, sejak Januari hingga pertengahan April 2024 tercatat sudah ada 440 kasus DBD, sedangkan pada periode yang sama di tahun 2023 hanya ada 363 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Dwihadi Isnalini, mengatakan, dari total jumlah kasus DBD pada tahun 2024 tercatat ada enam warga yang meninggal dunia.

"Tahun 2024 ada enam kasus kematian karena terlambat dibawa ke fasilitas kesehatan dan memiliki penyakit bawaan atau komorbid," ujarnya saat dihubungi, Minggu (19/5/2024).

Menurut Dwihadi, kasus DBD di Kota Cimahi mengalami peningkatan pada tahun 2024 karena faktor hujan yang kerap menimbulkan adanya genangan air atau tempat tumbuhnya jentik nyamuk Aedes Aegypti.

Dwihadi mengatakan, untuk mencegah penyebaran kasus DBD, masyarakat harus melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) agar jentik nyamuk tidak sampai tumbuh dan berkembang biak.

"Antisipasinya, ya, memberantas sarang nyamuk, apalagi saat musim hujan yang bisa meninggalkan sisa genangan air, jadi itu yang perlu kita perhatikan," kata Dwihadi.

Menurutnya, hal tersebut perlu diperhatikan karena nyamuk Aedes aegypti tak hanya berkembangbiak di luar rumah, tetapi berpotensi juga hidup di dalam rumah seperti sangkar burung dan genangan air sisa dispenser.

"Kemudian usahakan jangan ada gantungan cucian di dalam rumah. Kita anjurkan menanam tanaman yang bisa mengusir nyamuk seperti bunga lavender, daun sirih, dan daun mint," ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga menyarankan agar masyarakat memelihara ikan cupang, mujair, dan ikan mas di bak penampungan air yang sulit dijangkau karena bisa menghambat perkembangbiakan jentik nyamuk Aedes aegypti.

"Jadi ikan-ikan itu bisa buat pencegahan dari mulai jentiknya agar tidak berkembangbiak menjadi nyamuk penyebab DBD," ujar Dwihadi. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved