Kamis, 9 April 2026

Gempa Kabupaten Bandung

Penyebab Gempa Bandung 5 SM Diduga Sesar Baru, Akan Dinamai Sesar Pasirwangi

Selain di Pasirwangi, gempa 5 Skala Magnitudo juga mengguncang wilayah Kecamatan Kertasari dan Pangalengan, Rabu (18/9/2024). 

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/ Sidqi Al Ghifari
Petugas BPBD melakukan pengecekan di salah satu rumah yang rusak akibat gempa bumi magnitudo 4,9 di Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (18/9/2024). 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meneliti soal kemungkinan munculnya sesar baru penyebab gempa di Kabupaten Garut, Jawa Barat. 

Sebelumnya gempa magnitudo 4,9 yang terjadi di Pasirwangi Garut disebutkan akibat sesar Garut Selatan (Garsela).

Selain di Pasirwangi, gempa bumi 5 Skala Magnitudo juga mengguncang wilayah Kecamatan Kertasari dan Pangalengan, Rabu (18/9/2024). 

Namun setelah diteliti, gempa tersebut bukan dipicu oleh sesar tersebut. 

"Pas gempa ini sesarnya sesar baru, bukan sesar yang sudah diketahui sebelumnya," ujar Kepala BNPB Suharyanto saat mengunjungi lokasi gempa di Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Kamis (19/9/2024) sore. 

Ia menuturkan keberadaan sesar tersebut saat ini sedang diteliti oleh ahli,  kemungkinan sesar baru tersebut akan diberi nama sesuai kawasannya. 

Baca juga: Gempa Kabupaten Bandung dan Garut, Polda Jabar Terjunkan Pasukan, Patroli dan Data Kerusakan

Misalnya, di Cugenang Kabupaten Cianjur terdapat sesar baru dinamai Sesar Cugenang.

Sesar baru yang muncul dan jadi penyebab gempa Bandung dan Garut itu juga kemungkinan bisa diberi nama Sesar Pasirwangi

"Seperti di Cianjur, Cianjur itu sesar baru, di Kampung Cugenang yang paling parah. Makanya langsung dinamai Sesar Cugenang, nanti mungkin ini dikasih nama Sesar Pasirwangi," ungkapnya. 

Suharyanto menjelaskan, berdasarkan data bahwa jumlah sesar di Indonesia saat ini tercatat sebanyak 272 termasuk di Kabupaten Garut. 

Keberadaan sesar yang  jadi pemicu gempa bumi itu ungkapnya, harus menjadi perhatian khusus semua pihak agar tetap waspada. 

"Kalau gempa bumi itu bukan gempanya yang membunuh, tapi bangunan yang menimpa orang, sehingga kalau ada gempa bumi harus lari ke tempat terbuka," ujarnya. (*)

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved