Gempa Kabupaten Bandung

7 Sesar Aktif di Jawa Barat Berpotensi Timbulkan Gempa, Termasuk Garsela yang Guncang Bandung Raya

Inilah sejumlah sesar aktif di Jawa Barat yang berpotensi menimbulkan gempa. Termasuk, Sesar Garsela yang mengguncang wilayah Bandung Raya dan Garut.

Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
jurnal.unpad.ac.id
Gambaran patahan atau sesar di Jawa Barat, ada Sesar Garsela hingga Sesar Lembang. 

TRIBUNJABAR.ID - Wilayah Bandung Raya dan Garut diguncang gempa berkekuatan 5.0 Magnitudo yang berpusat di Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Rabu (18/9/2024) pagi.

Gempa dengan kedalaman 10 km terjadi beberapa kali susulan setelahnya dengan kekuatan yang lebih kecil.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan, penyebab gempa ini adalah aktivitas Sesar Garsela.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, aktivitas sesar ini memiliki mekanisme sumber pergerakan geser turun.

Adapun, Jawa Barat memang memiliki beberapa sesar aktif yang berpotensi menimbulkan gempa bumi.

Berikut adalah daftar sesar aktif di Jawa Barat selengkapnya.

1. Sesar Garsela

Sesar Garsela atau Sesar Garut Selatan adalah salah satu sesar aktif yang ada di wilayah Jawa Barat bagian selatan.

Guru menunjukkan ruangan perpustakaan SDN Cirawa 01, Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, yang rusak parah setelah diguncang gempa bumi, Rabu (18/9/2024).
Guru menunjukkan ruangan perpustakaan SDN Cirawa 01, Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, yang rusak parah setelah diguncang gempa bumi, Rabu (18/9/2024). (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

Baca juga: Update Gempa Kabupaten Bandung, Belasan Orang Terluka, 11 Desa dari Empat Kecamatan Terdampak

Sesar ini memiliki struktur memanjang dari selatan Garut hingga ke selatan Bandung sepanjang 42 km. 

Terdapat dua segmen sesar Garsela, yaitu segmen Rakutai (utara) sepanjang 19 km dan segmen Kencana (selatan) sepanjang 17 km.

Baik segmen Rakutai dan segmen Kencana di sesar Garsela ini disebut memiliki aktivitas yang sama aktifnya. 

Aktivitas gempa yang terjadi di zona sesar Garsela dominan memiliki mekanisme sumber sesar geser (strike slip).

Lebih lanjut, jika mengamati klaster gempa-gempa di Garut selatan, tampak pola zona sesar Garsela berarah baratdaya–timurlaut.

Sesar Garsela disebut sebagai sesar aktif karena sejak 2008, BMKG mencatat adanya kluster aktivitas kegempaan atau seismisitas di zona sesar ini. 

2. Sesar Cimandiri

Sesar aktif berikutnya di Jawa Barat adalah Sesar Cimandiri yang memiliki panjang kurang lebih 100 km.

Sesar ini membujur dari Teluk Pelabuhan Ratu, Sukabumi hingga sekitar Padalarang, Kabupaten Bandung.

Proses evakuasi satu jenazah korban gempa Cianjur, Jawa Barat di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (29/11/2022).
Proses evakuasi satu jenazah korban gempa Cianjur, Jawa Barat di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (29/11/2022). (Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti)

Sesar ini merupakan sesar paling tua dan membentang dari muara Sungai Cimandiri di Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, kemudian mengarah ke timur laut melewati Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Subang. 

Secara keseluruhan, jalur Sesar Cimandiri berarah timur laut–barat daya dengan jenis sesar mendatar hingga oblique (miring). 

Aktivitas Cimandiri diketahui menjadi penyebab Gempa Cianjur berkekuatan 5.6 Magnitudo pada 21 November 2022.

Gempa tersebut menimbulkan korban meninggal sekitar 335 hingga 635 dan lebih dari 10.000 orang luka-luka.

Gempa ini juga menjadi gempa bumi paling mematikan yang pernah terjadi di Jawa Barat.

Baca juga: Seorang Murid SD di Garut Jadi Korban Gempa M 5.0, Tertimpa Plafon saat Selamatkan Diri, Kepala Luka

3. Sesar Lembang 

Sesar aktif berikutnya berlokasi di wilayah utara Kota Bandung, yakni Sesar Lembang.

Sesar yang membentang sepanjang 30 km dari barat ke timur ini merupakan terusan dari ujung utara Sesar Cimandiri.

Sesar Lembang teridentifikasi sebagai berjenis sesar mendatar (strike slip) dengan sedikit ada komponen vertikal. 

Gawir Sesar Lembang dapat diamati dengan baik di daerah Cibodas, yaitu sekitar 3 km ke arah timur dari Maribaya.

BMKG mulai memantau Sesar Lembang sejak 1 Januari 1963 dengan mulai memasang dan mengoperasikan Seismograf WWSSN (World Wide Standardized Seismograph Network) pertama kali di Lembang.

4. Sesar Baribis

Sesar Baribis terletak di bagian utara Pulau Jawa dengan panjang sekitar 100 kilometer.

Tepatnya, Sesar Baribis membentang dari Kabupaten Purwakarta hingga perbukitan Baribis di Kabupaten Majalengka.

Sesar Baribis yang menjadi sesar utama di utara Jawa Barat teridentifikasi sebagai jenis sesar naik dengan slip rate 1 mm per tahun. 

Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Guru Besar Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) Sri Widiyantoro, diketahui bahwa Sesar Baribis memiliki ancaman besar, khususnya bagi wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Sementara menurut catatan sejarah, Sesar Baribis di bagian timur tercatat pernah memicu gempa yang merusak Jakarta pada 1780 dan Kabupaten Majalengka pada 1990.

5. Sesar Citarik

Sesar Citarik adalah sesar aktif yang memiliki struktur memanjang namun tersegmentasi melalui Palabuhanratu, antara Gunung Salak – Pangrango, Bogor, Jonggol, hingga ke wilayah Bekasi.

Sesar Citarik memiliki orientasi utara timur laut-selatan barat daya dan dicirikan oleh kelurusan Sungai Citarik dan memotong Pulau Jawa di bagian barat.

Aktivitas Sesar Citarik diketahui menjadi penyebab Gempa Bumi Kalapanunggal dengan kekuatan M 5,0 di sekitar Kecamatan Kalapanunggal, wilayah barat Kabupaten Sukabumi yang terjadi pada hari Selasa, 10 Maret 2020.

6. Sesar Cipamingkis

Sesar Cipamingkis berlokai di wilayah Sukabumi bagian timur.

Melansir studi yang dirilis BMKG pada April 2022, sesar Cipamingkis merupakan sesar aktif.

Pada 2018 sesar Cipamingkis memicu puluhan gempa bumi dengan kekuatan yang relatif sangat kecil.

7. Sesar Cileunyi-Tanjungsari 

Sesar Cileunyi-Tanjungsari adalah sesar mendatar mengiri, yang membentang mulai dari selatan Desa Tanjungsari, Kabupaten Sumedang menerus ke timur laut hingga lembah Sungai Cipeles.

Sesar Cileunyi-Tanjungsari diketahui memiliki nilai laju geser berkisar antara 0,19-0,48 mm/tahun.

Aktivitas Sesar Cileunyi Cileunyi-Tanjungsari diketahui menjadi penyebab Gempa Sumedang dengan magnitudo M4,8 pada hari Minggu, 31 Desember 2023. 

Sebelumnya, pada tahun 2022 juga tercatat kejadian gempa bumi dengan magnitudo (M2,7) di daerah Tanjungsari.

Sumber:
esdm.lampungprov.go.id
esdm.go.id/sesar-cileunyi-tanjungsari
esdm.go.id/sesar-citarik
jabarprov.go.id/sesar-cimandiri
jgsm.geologi.esdm.go.id
stageof_bandung.bmkg.go.id
antaranews.com
jabar.tribunnews.com
Kompas.com

Baca berita Tribunjabar.id lainnya di Google News.

#TribunBreakingNews

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved