Gempa Bumi di Cianjur
4 Sesar Aktif di Jawa Barat Berpotensi Timbulkan Gempa Selain Cimandiri, Termasuk Patahan Lembang
Aktivitas sesar Cimandiri menyebabkan gempa yang terjadi di Kabupaten Cianjur. Ini sesar lain di Jawa Barat yang patut diwaspadai.
Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
TRIBUNJABAR.ID - Aktivitas Sesar Cimandiri menyebabkan gempa di Kabupaten Cianjur, pada Senin (22/11/2022). Ini sejumlah sesar lain di Jawa Barat yang patut diwaspadai.
Diketahui gempa tersebut memiliki kekuatan sebesar M 5,6 dan menyebabkan sejumlah bangunan rubuh.
Adapun jumlah korban gempa yang meninggal tercatat terakhir sebanyak 162 jiwa.
Sementara itu selain sesar Cimandiri, diketahui ada beberapa sesar lain yang berada di wilayah Jawa Barat.
Sesar sendiri merupakan patahan atau bidang rekahan yang disertai pergeseran relatif terhadap blok batuan lainnya.
Aktivitas sesar ini yang menjadi salah satu sumber terjadinya gempa bumi.

Baca juga: Hingga Pagi Ini Gempa Susulan di Cianjur Sudah Seratusan Kali, Tertinggi 5,6 Skala Magnitudo
Berikut adalah empat sesar di Jawa Barat yang berpotensi menimbulkan gempa bumi:
Sesar Lembang atau patahan Lembang merupakan sesar yang terletak tidak jauh dari Kota Bandung.
Tepatnya kurang lebih berada 10 kilometer di sebelah utara Kota Bandung.
Sesar Lembang memiliki panjang yang terpetakan mencapai 22 kilometer.
Melansir Kompas.com, berdasarkan sebuah studi pada 2018, pergerakan sesar Lembang ini menunjukkan arah pergeseran ke kiri.
Adapun sesar Lembang berpotensi untuk memicu gempa dengan kekuatan M 6,8 dengan skala guncangan IV-V MMI.
Sesar Baribis terletak di bagian utara Pulau Jawa.
Tetapnya membentang dari Kabupaten Purwakarta hingga perbukitan Baribis di Kabupaten Majalengka.
Sesar ini memiliki kemiringan 31 derajat ke selatan dan memiliki slip rate 1 mm per tahun.
Dilansir Kompas.com, sebuah studi yang dilakukan oleh Guru Besar Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) Sri Widiyantoro, diketahui bahwa sesar Beribis memiliki ancaman besar, khususnya bagi wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Sesar Baribis memiliki histori gempa yang merusak Jakarta pada 1780 dan Kabupaten Majalengka pada 1990.
Baca juga: Daftar Korban Gempa Cianjur di RSUD Cimacan, 13 Meninggal dan 237 Luka-luka
Sesar Cipamingkis berlokai di wilayah Sukabumi bagian timur.
Melansir studi yang dirilis BMKG pada April 2022, sesar Cipamingkis merupakan sesar aktif.
Pada 2018 sesar Cipamingkis memicu puluhan gempa bumi dengan kekuatan yang relatif sangat kecil.
Sesar Garut Selatan (Garsela) berlokasi di wilayah barat aya hingga timur laut wilayah Garut.
Sesar Garsela juga merupakan sesar aktif dengan adanya ratusan gempa yang terjadi pada 2015 dengan kekuatan yang sangat kecil.
Namun sesar Garsela juga pernah menimbulkan kerusakan pada 2017 dengan gempa berkekuatan M 3,7.
Kerusakan terparah saat itu terjadi di sekitar wilayah Kamojang, Garut.
Berita terbaru gempa bumi di Cianjur lainnya dapat dilihat di TribunJabar.id.