Selain Bandung, Penyebaran MonkeyPox Juga Dipantau di Cimahi, Belum Ada Kasus yang Terdeteksi
, Dinkes Cimahi meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan meski belum ada kasus Mpox yang terkonfirmasi di Kota Cimahi.
Penulis: Rahmat Kurniawan | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi mewaspadai penyebaran virus cacar monyet atau monkeypox (Mpox) pasca-WHO menetapkan status darurat kesehatan global Mpox.
Dengan status darurat Mpox tersebut, Dinkes Cimahi meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan meski belum ada kasus Mpox yang terkonfirmasi di Kota Cimahi.
"Meski memprihatinkan, hingga saat ini virus tersebut belum terdeteksi di Kota Cimahi, sejauh ini tidak ada laporan keberadaan Mpox di Kota Cimahi. Meskipun belum ada kasus yang terdeteksi, Dinkes Kota Cimahi mengimbau masyarakat untuk waspada," kata Kepala Dinkes Kota Cimahi, Mulyati Mulyati, Minggu (1/9/2024).
Potensi penyebaran Mpox semakin terbuka seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat yang ke luar daerah maupun ke luar negeri.
Dari data Kemenkes, sudah ada 88 kasus Mpox yang terkonfirmasi dalam rentang tahun 2022-2024. Dari total kasus tersebut, sebanyak 13 kasus Mpox terkofirmasi terjadi di wilayah Jawa Barat.
"Tingginya mobilitas warga yang berpergian ke luar daerah termasuk luar negeri meningkatkan kemungkinan virus tersebut menyebar ke kota kita," ungkapnya.
Baca juga: Mengapa Vaksin MonkeyPox Belum Diberikan Massal di Indonesia? Berikut Penjelasan Pakar Kesehatan
Mulyati membeberkan gejala-gejala yang muncul saat seseorang terkena Mpox. Mulai dari demam tinggi disertai sakit kepala hebat dan nyeri otot, sakit di bagian punggug disertai lemas, bengkak getah bening di bagian ketiak dan selangkangan, ruam di telapak tangan, telapak kaki, mulut, mata bahkan di bagian kelamin.
"Gejala itu akan berlangsung dari 2-4 minggu, tentunya jika terinfeksi Mpox dengan kondisi khusus dapat menyebabkan komplikasi medis hingga kematian," jelasnya.
Warga diminta untuk segera mengunjungi fasilitas kesehatan terutama puskesmas saat mendapati gejala tersebut.
Nantinya, tenaga medis akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut hingga tahap pelacakan.
"Kalau sudah ada gejala segera kunjungi puskesmas maupun fasyankes terdekat. Puskesmas sudah paham apabila ada kasus Mpox. Setelah terkonfirmasi, puskesmas pasti akan dilakukan tracing sehingga tidak menyebar. Kita tetap waspada, meski belum ada kasus Mpox," pungkasnya.
Kota Bandung Lebih Dulu Mewaspadai
Dinas Kesehatan Kota Bandung saat ini tengah mewaspadai kemunculan kasus penyakit cacar monyet atau monkeypox karena kasusnya sudah ditemukan di wilayah DKI Jakarta.
Seperti diketahui, sejak Oktober 2023 hingga Agustus 2024 setidaknya ditemukan 59 kasus cacar monyet di DKI Jakarta, sehingga hal ini perlu diwaspadai dan dilakukan antisipasi agar tidak masuk ke Kota Bandung.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Anhar Hadian mengatakan, dengan munculnya kasus monkeypox di Jakarta itu perlu meningkatkan kewaspadaan dan mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui binatang itu.
| Harga Kedelai Naik, Produsen Tempe di Cimahi Perkecil Ukuran agar Harga Tempenya Tak Ikut Naik |
|
|---|
| Harga Kedelai Impor Naik Bikin Produksi Tempe di Cimahi Turun 30 Persen |
|
|---|
| Fakta Pilu di Balik Kematian Lansia di Kontrakan Cimahi, Hidup Sendiri dengan Penyakit Komplikasi |
|
|---|
| Kronologi Penemuan Jasad Kuraesin di Cipageran Cimahi: Tetangga Curiga Lampu Mati Selama Seminggu |
|
|---|
| Pelukan Keluarga dan Salat Jenazah Mayor Anumerta Zulmi di Cimahi, Warga Berdatangan untuk Takziah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-cacar-monyet-ilustrasi-monkeypox.jpg)